Mobil Listrik Merek China Rajai 70 Persen Penjualan di Asia Tenggara

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 23 Jun 2024 10:45 WIB

Mobil Listrik Merek China Rajai 70 Persen Penjualan di Asia Tenggara

i

Salah satu mobil listrik produksi pabrikan asal China puncaki penjualan di Asia Tenggara. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kehadiran jenama otomotif asal China di Indonesia mengalami lonjakan penjualan dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan, tak hanya di Tanah Air, penjualan mobil listrik asal negara Tirai Bambu itu 70 persen sudah merajai di kawasan Asia Tenggara. Meski pangsa pasar mobil pembakaran internal masih dirajai merek-merek Jepang dan Korea.

"Lebih dari 70 persen penjualan kendaraan listrik di kawasan ini berasal dari merek China, dipimpin oleh BYD," ujar analis Counterpoint, Abhik Mukherjee, Minggu (23/06/2024). 

Baca Juga: Italia dan Spanyol Kompak Dukung Tarif UE Soal Impor EV China

Pada kuartal pertama tahun lalu, bahkan angkanya di 75 persen. "Ketika produsen mobil Jepang dan Korea yang mendominasi penjualan kendaraan konvensional tertinggal dalam adopsi kendaraan listrik, OEM (Original Equipment Manufacturer) China mengambil langkah untuk mengisi kesenjangan tersebut," imbuhnya.

Lebih lanjut, penjualan kendaraan listrik di ASEAN mengalami lonjakan lebih dari dua kali lipat pada kuartal Januari hingga Maret 2024 dibanding tahun sebelumnya. Sementara penjualan mobil konvensional turun 7 persen, walau masih dominan sebagai pemangsa pasar, berdasarkan data dari lembaga riset asal Thailand, Counterpoint Research.

Diketahui, meski BYD belum menyerahkan unit ke konsumennya di Indonesia dan baru saja mendaratkan 1.500 unit mobilnya baru-baru ini, jenama nomor satu dalam urusan mobil listrik Tiongkok tersebut tetap memeringkati posisi pertama di Asia Tenggara.

Bahkan di Thailand, BYD menguasai 39,4 persen penjualan mobil listrik pada rapor penjualan tahun 2023. Penjualannya berada di angka 30.650 unit dari total 78.314 kendaraan listrik terjual. Di belakang BYD, ada Neta dengan penjualan 12.777 unit.

Baca Juga: Toyota Prius PHEV Meluncur, Solusi Baru Beyond Zero Emission

Di Indonesia, pada bulan Mei, merek Chery berhasil masuk dalam peringkat sepuluh besar, tepat di bawah Hyundai dari Korea dan delapan merek Jepang lainnya. Sementara itu, Omoda E5, mobil listrik yang didukung tenaga listrik, berhasil menjadi yang terlaris pada bulan itu dengan penjualan mencapai 755 unit.

"Asia Tenggara menjadi wilayah ekspansi besar bagi OEM China," kata Mukherjee.

Di antara negara kawasan ASEAN lain, Counterpart mengungkap bahwa Vietnam jadi negara dengan tren lonjakan kendaraan listrik tertinggi. Di kawasan ini, BYD mempertahankan posisi terdepan, mengalahkan 47% pemimpin pasar regional, diikuti oleh VinFast dari Vietnam. 

Baca Juga: IMOTO Kenalkan Konsep Motor Listrik VISION.ev, Siap Jualan di 2025

Meski penjualannya tumbuh sebesar 37 persen pada periode yang sama, pangsa pasarnya kini dimasuki para mobil-mobil Tiongkok berharga murah yang lebih cocok dengan karakteristik pasar ASEAN sebagai kawasan negara berkembang.

Sementara itu, menurut Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia, pengiriman unit batch pertama untuk konsumen ini menjadi tonggak sejarah tersendiri. Model asal Tiongkok yang sudah dijual di Tanah Air ini sendiri, adalah Atto 3, Dolphin, dan Seal. Sedangkan untuk penyerahan secara resmi unit BYD kepada konsumen, akan dilakukan pada pekan depan, atau tepatnya pada 30 Juni 2024. jk-05/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU