Home / Otomotif : Meski Permintaan EV Alami Penurunan

Porsche Komitmen Jadi Merek Kendaraan Listrik Sepenuhnya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 11 Jul 2024 09:55 WIB

Porsche Komitmen Jadi Merek Kendaraan Listrik Sepenuhnya

i

Porsche 718 Boxster. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Porsche, jenama mobil sport asal Jerman bersiteguh tetap berkomitmen menuju elektrifikasi sepenuhnya, meski saat ini permintaan mobil listrik (EV) mengalami penurunan.

Lebih lanjut, untuk komitmen tersebut, kedepan model seperti Macan bertenaga bensin untuk pasar non-Eropa akan diberhentikan produksinya pada tahun 2026 mendatang. Lantaran akan fokus pada model Macan versi listrik demi mendorong ekosistem keberlanjutan walaupun permintaan mengenai kendaraan listrik mengalami penurunan.

Baca Juga: Lolos Uji Skala Ekstrim, Baterai Neta V-II Aman dari Banjir dan Kebakaran

“Platform model Macan ini telah mencapai akhir siklusnya. Saya tidak akan membiarkan kesuksesan Macan EV ditentukan oleh satu angka saja,” jelas Executive Board Production and Logistics Porsche Albrecht Reimold, Kamis (11/07/2024).

Sementara itu, salah satu anggota petinggi Porsche ini juga umumkan model bermesin pembakaran (ICE) lainnya, 718 Cayman dan Boxster, tidak lagi diproduksi mulai tahun depan dan pabrikan akan berfokus mengembangkan versi listriknya.

Baca Juga: MG Debutkan HS Generasi Baru Lebih Canggih, Berpenggerak PHEV

Kabar ini menyusul pemberitaan bahwa produksi model Taycan akan dikurangi di pabrik Zuffenhausen, Jerman. Langkah ini dilakukan karena tren penjualan dari model tersebut alami penurunan.

Sebagai informasi, Taycan merupakan tumpuan merek dari Jerman ini dalam segmen mobil listrik bergaya sport dengan bukukan penjualan lebih dari 40.000 unit pada tahun lalu. 

Baca Juga: Polestar Concept BST, Jadi Bintang Utama Gelaran Otomotif Bergengsi

Namun sebuah laporan mengatakan bahwa penjualannya alami penurunan karena banyak pelanggan yang membeli EV di awal dan tren ini tidak dapat berlanjut. Merek mobil sport ini merespons fenomena ini dengan beralih ke satu shift pada pabrik Zuffenhausen dimana Taycan dirakit. 

Penjualan kendaraan listrik mengalami penurunan selama enam bulan pertama tahun 2024 di Jerman turun 16,4 persen. Selain itu, pasar China sedang kekurangan Taycan karena semakin banyaknya kendaraan listrik murah yang diproduksi secara lokal. Terlebih lagi, pembeli dari China lebih menginginkan sebuah mobil mewah dari Jerman dengan mesin pembakaran murni (ICE), bukan listrik sepenuhnya. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU