SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Terbaru, baterai mobil listrik Neta V-II berjenis Lithium-ion (LFP) berkapasitas 40,7 kWh produksi PT Neta Auto Indonesia (NAI) sudah lolos dari berbagai pengujian termasuk skala ekstrim. Bahkan dikatakan aman dari banjir dan kebakaran.
"Baterai bertegangan tinggi ini telah melalui berbagai pengetesan, mulai dari vibration and shock test, squeez, wet-heat cycle, external flame, water immersion, temperature shock and salt spray, hingga short circuit," ujar Jordy Angkawidjaja, Product Planning Manager Neta Auto Indonesia, Jumat (12/07/2024).
"Saat pengetesan external flame, baterai tersebut disulutkan api di atasnya dan tidak terjadi apa-apa pada baterai itu sendiri," kata Jordy.
Selain itu, baterai ini juga sudah dilengkapi dengan teknologi HEPT 3.0 thermostatic management system, yang dapat menjaga temprature baterai agar tetap dalam kondisi optimal. Alhasil suhu baterai dijaga temperaturnya di angka 45 derajat celcius.
"Tentunya tenang saja, kalau di daerah macet atau di Jakarta yang suhu luarnya bisa lebih dari 40 derajat, dengan adanya teknologi ini maka baterai tetap dingin sehingga performanya tetap terjaga," ujar Jordy.
Selain kebakaran, pabrikan asal China ini juga mengklaim kalau baterai mobil listriknya ini aman dari banjir. Tapi tentunya masih dalam kedalaman yang wajar, tidak sampai seluruh mobil terendam air.
Sebagai pembuktian, saat acara media test drive disediakan fasilitas pengujian baterai di dalam air. Jadi, mobil tersebut dibawa masuk ke kubangan air yang dalamnya kurang lebih 30-35 cm.
Ketika pengetesan tentunya baterai kena air, karena posisinya ada di bawah atau kolong mobil. Meski demikian diklaim aman karena sudah dilindungi oleh berbagai komponen pendukung dan teknologi modern.
Sebagai informasi, baterai mobil listrik Neta ini sudah mengantongi sertifikasi IP68 yang menurut klaimnya, baterai bisa bertahan di dalam air selama 1 jam dengan kedalaman 1 meter, lebih baik dibanding Neta V yang hanya memiliki sertifikasi IP67. jk-06/dsy
Editor : Desy Ayu