Polres Blitar Gerebek Kos Tampung Puluhan PMI Ilegal

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Riza didampingi Ipda Khusnu saat beri keterangan pada wartawan. SP/Lestariono
Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Riza didampingi Ipda Khusnu saat beri keterangan pada wartawan. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Polisi menggerebek tempat penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di sebuah kos di Wlingi, Kabupaten Blitar. Ada sekitar 26 orang calon PMI ilegal yang berada di dalam tempat kos tersebut.

Kini, polisi masih memburu satu orang warga yang diduga sebagai penanggung jawab para calon PMI ilegal itu.

Penggerebekan itu bermula saat petugas mendapati laporan dari warga sekitar bahwa di rumah kos-kosan, ditempati puluhan wanita yang tidak semestinya.

"Berawal dari informasi warga, bahwa dicurigai ada tempat penampungan TKI (PMI) ilegal di Kecamatan Wlingi. Kemudian kami lakukan penggerebekan di kos tersebut, dan benar ditemukan sejumlah 26 orang yang diduga sebagai calon PMI," kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Riza didampingi KBO Reskrim Ipda Khusnu saat doorstop di Polres Blitar, Selasa (23/7/2024).

Febby menyebut saat penggerebekan, polisi menemukan enam orang dalam satu kamar yang sama. Sementara, total calon PMI ilegal yang berada di tempat kos itu sebanyak 26 orang. Mereka berasal dari Kabupaten Blitar, NTT, Bali dan Sulawesi Utara.

"Hasil identifikasi kami dari 26 orang, ada 18 orang dari NTT, selebihnya dari Sulawesi Utara, Bali dan beberapa dari di Blitar. Kami juga temukan identitas, berupa KTP dan paspor calon PMI, hingga barang lainnya," terangnya.

Sementara itu, Febby masih memburu penanggung jawab penampungan PMI ilegal itu. Sebab, terduga pelaku berinisial EZ itu tidak ada di tempat. Sedangkan, kos itu telah disewa terduga pelaku sejak dua tahun yang lalu.

"Seorang terlapor yang di mana masih dalam pencarian adalah EZ, warga Wlingi. EZ ini berperan menjanjikan para calon PMI ilegal itu ke luar negeri," imbuhnya.

Febby menyebutkan 26 calon PMI ilegal itu kini tengah berada di rumah aman Dinsos Kabupaten Blitar. Polisi terus berkoordinasi dengan Disnaker, maupun BP3MI NTT untuk proses pemulangan.

"Mereka masih di Dinsos Kabupaten Blitar, kami masih koordinasikan untuk proses pemulangan. Yang jelas kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," jelasnya. Les

Berita Terbaru

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Wuling Aira ev Ditawarkan Rp 155 juta

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:12 WIB

SURABAYAPAGI.com – Wuling bikin kejutan saat meluncurkan Aira ev. Sebab, harga jual Aira ev terbilang murmer! Wuling Aira ev ditawarkan dalam dua varian. Harga …

Harga BBM di Malaysia Turun

Harga BBM di Malaysia Turun

Jumat, 02 Okt 2026 07:10 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:10 WIB

SURABAYAPAGI.com – Harga BBM di Malaysia terpantau mengalami penurunan pada awal bulan ini. Harga BBM jenis RON 95 dan RON 97, termasuk solar di Malaysia, m…