Kemenkop UKM: Baru 44 UMKM yang Sudah IPO

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas dengan memperluas sumber pendanaan, termasuk melalui pencatatan saham perdana atau initial public offering (IPO). Namun, masih ada sejumlah kendala yang harus dihadapi oleh pelaku usaha untuk bisa IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan pihaknya tengah bekerja sama dengan BEI untuk mengakselerasi UMKM melantai di BEI. Namun, ternyata pelaku usaha harus mempunyai aset Rp 50 miliar agar bisa IPO.

Nilai aset itulah yang menjadi kendala bagi pelaku usaha. Pasalnya, masih banyak pelaku usaha lokal yang belum mempunyai nilai aset Rp 50 miliar.

"Papan akselerasi itu kan yang punya aset Rp 50 miliar, boleh IPO, dan sekarang sudah ada 44 UMKM yang sudah IPO. Nah cuma, ternyata nggak banyak yang punya aset Rp 50 miliar itu," kata Teten dalam acara Indonesian Clothing Summit 2024 di Smesco Indonesia, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2024).

Teten menjelaskan banyak pelaku usaha yang nilai asetnya di kisaran Rp 10-20 miliar. Pihaknya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi hal tersebut, termasuk melalui crowdfunding.

Namun, cara tersebut juga tidak berhasil. Alhasil, Teten mengusulkan agar pelaku usaha membentuk holding company sesuai dengan jenis produknya.

"Kami pikir kemarin kalau Rp 40 miliar, kita tinggal kerja sama dengan security crowdfunding, tambahin Rp 10 miliar, kita bisa aja, tapi kita nggak bisa, sehingga ada ide dari tim kami, bagaimana kalau bikin holding, misalnya yang membuat punya milik brand sepatu, gabung bikin holding company IPO, kafe-kafe kopi," terangnya.

Dia menilai langkah tersebut tepat lantaran pelaku usaha dapat memulihkan keuangan apabila terjadi kerugian. Selain itu, upaya tersebut juga membuat pelaku usaha semakin kompetitif denganmerek luar negeri.

"Kalau model bisnis ini nggak kita lakukan, kita pasti kalah dengan brand-brand luar, yang masuk dengan pendekatan berantai, yang semuanya terkonsolidasi dengan integrasi, nggak mungkin kita kuat," terangnya.

Sebelumnya, Teten menargetkan ada 10 tahun pelaku UKM yang bisa melantai di BEI untuk mendapatkan pendanaan melalui IPO. IPO merupakan sebuah langkah penggalangan dana melalui pasar modal dengan menawarkan saham ke publik.

"Kami bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) berupaya agar UKM lompat usahanya. Tidak terus-menerus kecil dan menengah," kata Teten dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (20/7/2024). 

Berita Terbaru

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Disbudpar Jatim Gelar Business Matching Penguatan Desa Wisata di Sidoarjo

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim mendorong serta memperkuat pengembangan desa wisata di wilayah Kabupaten Sidoarjo dengan…

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Akses KUR Dipermudah, DPR RI Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Surabaya Naik Kelas

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 14:39 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Akses permodalan menjadi salah satu tantangan yang harus dijawab untuk mempercepat pertumbuhan usaha ekonomi kreatif, terutama bagi p…

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Fraksi PDI perjuangan DPRD Jatim Singgung Majadigi, Aduan Rakyat Harus Tuntas

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 10:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur didorong naik kelas menjadi platform…

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Bupati Yuhronur Efendi Berangkatkan Peserta Ziarah Wali Songo Penerima Voucher Jalan Sehat HSN PCNU Lamongan

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 22:38 WIB

SURABAYAPAGI COM, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberangkatkan peserta ziarah Wali Songo, penerima voucher dalam rangkaian kegiatan Jalan Sehat H…

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Waduk Karangkates Disulap Jadi Pembangkit Energi Surya 133 MWp, PLN Kawal Percepatan Proyek

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 19:04 WIB

SurabayaPagi, Malang – Permukaan Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Jawa Timur, disiapkan menjadi sumber energi listrik bersih melalui pembangunan P…