SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Tahun ini merupakan berkah bagi petani tebu di Bondowoso, Jawa Timur. Pasalnya saat ini Kualitas perkebunan tebu meningkat dibandingkan tahun lalu. Sehingga harga gula pun ikut naik.
“Faktor yang mempengaruhi harga gula lokal tahun ini dipengaruhi ketersediaan gula di awal yang masih kurang, karena impor gula agak melambat. Ini berdampak pada harga gula lokal cenderung naik,” ungkap General Manager Pabrik Gula Pradjekan, Sholeh Kusuma, Jumat (02/08/2024).
Menurutnya, kualitas tebu dari petani Bondowoso masih baik dan bisa menghasilkan kualitas tebu yang manis, bersih dan segar (MBS). Sedangkan untuk harga acuan pemerintah untuk gula lokal sebesar Rp 14.500 per kilogram.
“Harga acuan ini pastinya juga disambut gembira oleh petani dan PG (Pabrik Gula), karena pendapatan petani juga meningkat bila dibanding tahun lalu,” ungkapnya.
Kendati demikian, tingkat rendemen tebu tahun ini sedikit lebih turun dibandingkan tahun lalu. Terlihat dari hasil analisa pendahuluan nilainya lebih rendah.
“Kondisi ini pengaruh dari musim hujan yang agak mundur, berdampak pada kemasakan tebu cenderung agak lambat,” bebernya.
PG Pradjekan Bondowoso menargetkan tingkat rendemen tabu tahun ini sebesar 8,16 persen. “Kami berharap petani tebu Bondowoso untuk selalu tetap menerapkan budidaya tebu yang baik, agar produktivitasnya meningkat,” harapnya.
Lebih lanjut, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Bondowoso, Rolis Wikarsono menyebut jika harga acuan sebesar Rp 14.500 per kilogram cukup menguntungkan bagi petani tebu. Di saat harga gula lokal di pasaran Rp 17.500 per kilogram.
“Sementara selama ini penjualan kita di atas Rp 14.500. Artinya masih dalam batas koridor,” paparnya. bd-01/dsy
Editor : Desy Ayu