Kemenag Jatim Tolak Kebijakan Kontrasepsi untuk Remaja, Tekankan Pentingnya Pendidikan Seksual

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kebijakan terbaru dari Peraturan Pemerintah terkait pemberian alat kontrasepsi kepada pelajar SMA dan sederajat terus menuai kontroversi.

Kali ini, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur secara tegas menolak kebijakan tersebut, dengan menyebut langkah tersebut sebagai pendekatan yang tidak tepat dalam menangani isu kesehatan reproduksi di kalangan remaja.

Kabid Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Jatim, Mohammad As'adul Anam, menyatakan bahwa langkah yang lebih bijaksana adalah memperkuat pendidikan seksual dan reproduksi, bukan menyediakan alat kontrasepsi.

Menurutnya, pendekatan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada remaja terkait seksualitas, tanpa memicu keinginan untuk mencoba hal-hal yang seharusnya dihindari.

"Itu sesuatu yang naif bagi kami. Ini bukan hanya tentang kekhawatiran, tapi bagaimana pendekatan edukasi bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang masalah seksual," ujar As'ad kepada awak media, pada Rabu, 14 Agustus 2024.

As'ad menekankan bahwa pendidikan seksual, khususnya di tingkat SMA/SMK/MA, adalah langkah penting dalam memberikan pemahaman yang benar tentang seksualitas.

Namun, ia menegaskan bahwa pemberian alat kontrasepsi bukanlah solusi yang tepat, karena justru dapat menimbulkan rasa penasaran di kalangan remaja.

"Alat kontrasepsi itu bisa memancing keinginan mereka untuk mencoba menggunakannya," lanjutnya.

Lebih lanjut, As'ad menjelaskan bahwa di lingkungan pesantren dan madrasah, pendidikan seksual sudah berlangsung dengan baik melalui berbagai buku dan kitab yang mengajarkan tentang hubungan laki-laki dan perempuan, hingga pernikahan. Menurutnya, pendidikan ini sudah cukup memadai tanpa perlu adanya distribusi alat kontrasepsi.

"Soal alat kontrasepsi ini tidak perlu menjadi perhatian utama. Edukasi memang penting, tetapi tidak harus dengan cara yang menarik perhatian seperti itu," kata As'ad.

Ia menambahkan bahwa pendidikan seksual di pesantren sudah memadai dan dapat memenuhi kebutuhan para pelajar dalam memahami seksualitas secara tepat.

Oleh karena itu, Kemenag Jatim  menganggap distribusi alat kontrasepsi kepada pelajar tidaklah diperlukan.

"Pendidikan di pesantren sudah cukup untuk pendidikan seksual, tidak perlu alat kontrasepsi untuk pelajar," pungkasnya.Lna

Berita Terbaru

Cegah Deepfake dan Hoax, Polres Blitar Beri Edukasi Pemanfaatan AI pada Siswa/Siswi SMA

Cegah Deepfake dan Hoax, Polres Blitar Beri Edukasi Pemanfaatan AI pada Siswa/Siswi SMA

Kamis, 20 Agu 2026 11:57 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi perhatian Polres Blitar Polda Jatim dalam upaya…

Bupati Sumenep: Syukuran HUT RI KE-81 Jadikan Wujud Syukur Atas kemerdekaan Berkat Perjuangan Para Pahlawan

Bupati Sumenep: Syukuran HUT RI KE-81 Jadikan Wujud Syukur Atas kemerdekaan Berkat Perjuangan Para Pahlawan

Kamis, 20 Agu 2026 11:56 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di…

Pane Melimpah Tapi Harga Tomat Anjlok, Petani di Magetan Hanya Dapat Rp1.500 per Kilogram

Pane Melimpah Tapi Harga Tomat Anjlok, Petani di Magetan Hanya Dapat Rp1.500 per Kilogram

Kamis, 20 Agu 2026 11:48 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Memasuki Agustus 2026, harga tomat di Magetan justru merosot tajam, bahkan di tingkat petani hanya tersisa sekitar Rp1.500 per…

Pedagang Kuliner Menjerit, Harga Daging Ayam di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kg

Pedagang Kuliner Menjerit, Harga Daging Ayam di Ngawi Tembus Rp43 Ribu per Kg

Kamis, 20 Agu 2026 11:43 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Saat ini, sejumlah pedagang kuliner terpaksa mengurangi ukuran dagangan imbas harga daging ayam potong di Kabupaten Ngawi, Jawa…

Berkah Terik Matahari, Petani Tembakau di Lumajang Untung Rp 30 Juta per Ha

Berkah Terik Matahari, Petani Tembakau di Lumajang Untung Rp 30 Juta per Ha

Kamis, 20 Agu 2026 11:41 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Berkah teriknya matahari saat musim kemarau membuat proses pengeringan daun tembakau lebih cepat sekaligus meningkatkan kualitas…

Pedagang Ngeluh Langka, Beras Premium 5 Kg di Malang Tembus Rp 80 Ribu

Pedagang Ngeluh Langka, Beras Premium 5 Kg di Malang Tembus Rp 80 Ribu

Kamis, 20 Agu 2026 11:35 WIB

Kamis, 20 Agu 2026 11:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Baru-baru ini, harga beras kualitas super (premium) di pasar tradisional Kota Malang telah menyentuh angka Rp 80 ribu per kemasan 5…