Katup Mesin Bermasalah, Ford Recall 90 Ribuan Lebih Unit Kendaraan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ford Bronco. SP/ JKT
Ford Bronco. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif merek Ford di pasar Amerika Serikat (AS) mengumumkan bakal melakukan penarikan kembali (recall) yang melibatkan sebanyak 90.736 kendaraan, yang diakibatkan katup mesin bermasalah, Rabu (04/09/2024).

Produk yang terdampak recall seperti Ford Bronco, F-150, Edge, serta Explorer. Gak cuma mobil dari Ford, mobil-mobil dari sub brand Lincoln seperti Nautilus dan Aviator juga terdampak recall kali ini. Semua unit yang terdampak recall ini menggunakan mesin Nano Ecobosst berkapasitas 2.700 dan 3.000cc. 

Disebutkan masalah pada bagian katup mesin ini bisa berpotensi membuat mesin mati mendadak. Selain itu, kerusakan pada katup mesin ini juga bisa membuat mobil sulit di starter.

Penarikan kendaraan terbaru lainnya yang ditemukan oleh Ford setelah sebelumnya pabrikan dengan julukan ‘blue oval’ ini menarik kembali sebanyak hampir lebih dari 450.000 unit meliputi Bronco Sport dan Maverick pada April lalu.

Pada pekan lalu, Ford juga melakukan recall sebanyak 4.595 unit Mustang 2024 karena adanya masalah pada suspensi belakang kendaraan. Kemungkinan bagian knuckle suspensi belakang tidak sempurna dalam pengecoran, sehingga bisa melemahkan bagian tersebut hingga bisa menyebabkan keretakan.

Masalah ini sendiri pertama kali ditemukan oleh Badan Keselamatan Jalan Raya Amerika Serikat atau NHTSA. Mereka menyebut kerusakan disebabkan rata-rata setelah aki mobil diganti. Saat aki diganti, diduga modul kontrol bodi dan powertrain tidak dikalibrasi dengan benar dan membuat katup mesin mengalami kerusakan.

Sebagai upaya dalam menanggulangi masalah tersebut, Ford akan menghimbau pemilik kendaraan yang terdampak untuk membawa mobilnya ke dealer dan melakukan tes siklus mesin dan menggantinya bila diperlukan. Semua perbaikan dan pengecekan dilakukan secara gratis. jk-03/dsy

Berita Terbaru

Dongkrak Program Vorsa UMKM, Pemkab Situbondo Anggarkan Rp3 Miliar

Dongkrak Program Vorsa UMKM, Pemkab Situbondo Anggarkan Rp3 Miliar

Rabu, 22 Apr 2026 11:31 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai satu upaya meningkatkan dan mendongkrak pengembangan bagi pelaku UMKM setempat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo…

Ringankan Beban Warga, Pemkab Banyuwagi Gratiskan PBB ke Ribuan Warga Kategori Miskin

Ringankan Beban Warga, Pemkab Banyuwagi Gratiskan PBB ke Ribuan Warga Kategori Miskin

Rabu, 22 Apr 2026 11:17 WIB

Rabu, 22 Apr 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka menekan dan mengurangi beban warga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur, pada tahun 2026 ini…

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan yang diajukan mantan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka …

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bandung – Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru kasus video porno yang menjerat Lisa Mariana dan mantan manajernya sebagai tersangka. Kabid P…

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memastikan PDIP tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas awalnya menyampaikan bahwa p…

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban radikalisme pemahaman k…