Libur Maulid Nabi, KAI Jember Sediakan 31.456 Tempat Duduk Selama 4 Hari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penumpang KAI Jember yang membludak jelang libur Maulid Nabi. SP/ JBR
Ilustrasi. Penumpang KAI Jember yang membludak jelang libur Maulid Nabi. SP/ JBR

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Selama libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan libur Maulid Nabi Muhammad SAW, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember menyediakan sebanyak 31.456 tempat duduk selama 4 hari.

"Jumlah tersebut merupakan total tempat duduk untuk kereta api keberangkatan dari Daop 9 Jember selama empat hari mulai 13-16 September 2024, dengan kapasitas yang tersedia setiap harinya sebanyak 7.864 tempat duduk," kata Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro, Jumat (13/09/2024).

Menurutnya sebanyak 33.443 tiket sudah terjual untuk keberangkatan selama empat hari libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW karena masyarakat sudah memesannya jauh-jauh hari untuk bepergian menuju sejumlah daerah selama liburan.

"Jumlah penumpang yang berangkat pada hari Jumat ini sebanyak 8.612 orang dan tiket yang tersedia selama empat hari libur panjang masih tersedia 2.044 tiket," tuturnya.

Ia menjelaskan KAI Daop 9 Jember mengoperasikan 22 perjalanan kereta api, yang meliputi KA Mutiara Timur, KA Ranggajati, KA Wijayakusuma, KA Blambangan Ekspres, KA Logawa, KA Pandalungan, KA Sritanjung, KA Tawangalun, KA Probowangi dan KA Pandanwangi.

"Tiket yang sudah habis terjual yakni KA Sritanjung relasi Ketapang – Lempuyangan, KA Tawangalun relasi Ketapang – Malang dan KA Probowangi relasi Ketapang – Surabaya Gubeng, KA Blambangan Ekspres dan KA Pandalungan dari wilayah Daop 9 menuju Jakarta," katanya.

Lebih lanjut, Cahyo mengimbau para penumpang untuk merencanakan perjalanan dengan memesan tiket kereta api jauh-jauh hari, sehingga dapat memilih kereta api dan tanggal keberangkatan yang diinginkan.

"Bagi masyarakat yang kehabisan tiket kereta pada tanggal keberangkatan maupun KA yang diinginkan, maka dapat menggunakan kereta yang lain atau memanfaatkan fitur connecting train yang tersedia pada aplikasi Access by KAI," ujarnya. jr-02/dsy

Berita Terbaru

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Perdana, Konferensi MWCNU Kalitengah Gunakan Mekanisme Hasil Muktamar Ke-35 NU

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 16:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menjadi momentum penting bagi perjalanan o…

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sampoerna University Roadshow ke Surabaya, Soroti Kebutuhan Kompetensi Lulusan di Era Global

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Kebutuhan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki kompetensi lintas disiplin menjadi salah satu tantangan pendidikan tinggi di tengah p…

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

LKBB King Cobra Season 3 Meriah Digelar, Dorong Generasi Muda Tangguh dan Berjiwa Nasionalisme

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 15:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Sidoarjo - Yayasan Perguruan Al-Islam (YAPALIS) Krian kembali menggelar Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) King Cobra Season 3 t…

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…