WNA Pelanggar UU Keimigrasian Terancam Kurungan 3 Bulan hingga Denda Rp 25 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muhammad Novrian Jaya. SP/ NI
Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muhammad Novrian Jaya. SP/ NI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengamankan warga negara asing (WNA) dalam Patroli Siber yang digelar pada sejak Selasa, 24 September 2024.

Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Muhammad Novrian Jaya, menjelaskan bahwa dari patroli siber dan informasi yang dihimpun dari berbagai informasi masyrakat, pihak Imigrasi Surabaya berhasil mengamankan WNA. Yang mana, diketahui dari Rusia itu.

"Jadi saat kami berada di lokasi, kami menemukan seorang WNA perempuan yang awalnya mengaku bernama lain dengan inisial L, namun setelah diidentifikasi lebih lanjut, diketahui berinisial DM" kata Novrian, kepada awak media, Kamis (10/10/2024). 

Lanjut Novrian, pihaknya melakukan wawancara awal terhadap DM. Namun, DM repsonnya tidak kooperatif.

Menurut Novrian, ia menolak menunjukkan paspor atau pun dokumen perjalanan serta visa yang dimilikinya kepada petugas yang berwenang. Tak berhenti disitu, pihak Imigrasi terus berupaya untuk meminta dokumen perjalanan dari WNA itu.

"DM bersikap tidak kooperatif kepada petugas, sehingga membuat petugas Imigrasi terpaksa membawa DM ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya untuk pemeriksaan lebih lanjut," jelasnya.

Bahkan, lanjut Novrian, sebelumnya selama 5 hari, usai penahanan WNA itu, DM masih belum bersedia menunjukkan dokumen perjalan berupa paspor yang dimilikinya.

"Kemungkinan si DM ini merasa takut atau bagaimana, selama 5 hari penyidikan itu, ia belum bisa menunjukkan paspornya kepada petugas. Tapi lambat laun, dia mau menunjukkan itu kepada kami," paparnya.

Novrian menyebutkan bahwa dari hasil penyelidikan, DM diduga melanggar Pasal 122 huruf a dan Pasal 116 Jo Pasal 71 huruf b Undang-Undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Berdasarkan pasal tersebut, sanksi yang diberikan yaitu pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 25 juta," terang Novrian.

Berdasarkan pelanggaran tersebut, Imigrasi Surabaya memutuskan untuk memberikan Tindakan Administratif Keimigrasian berupa pendetensian terhadap DM sejak 25 September 2024.

Kini, DM masih dalam proses penyidikan pidana keimigrasian lanjutan. Selesai menjalani proses tersebut, menurut Novrian, DM akan dikembalikan ke negara asalnya.

Di samping itu, Kepala Kantor Imigrasi Surabaya, Ramdhani, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu menindak tegas setiap pelanggaran keimigrasian.

"Kami berkomitmen menjaga kedaulatan dan ketertiban aturan keimigrasian di Indonesia. Setiap WNA yang melanggar aturan akan kami tindak sesuai hukum yang berlaku," ujar Ramdhani.

Lanjut Ramdhani, langkah tegas ini adalah bagian dari upaya Kantor Imigrasi Surabaya untuk memastikan bahwa setiap warga negara asing yang berada di Indonesia mematuhi peraturan yang berlaku.

"Operasi ini juga menjadi pengingat bagi semua WNA agar selalu membawa dokumen yang sah dan menunjukkan sikap kooperatif kepada petugas jika diminta," tutur Ramdhani.

Kendati demikian, adanya operasi ini menunjukkan bahwa pengawasan keimigrasian terus diperkuat guna memastikan tidak ada pelanggaran yang mengganggu ketertiban nasional.

Sekedar informasi, Imigrasi Surabaya pada periode Januari hingga Oktober telah mampu menertibkan 37 WNA yang melakukan pelanggaran keimigrasian.

"Langkah Imigrasi ini, bisa membuat WNA, lebih mematuhi aturan keimigrasian yang berlaku di Indonesia," pungkasnya. lni

Berita Terbaru

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Kejar-kejaran 48 Jam Pasca Tabrak Lansia, Sopir Pickup Berhasil Dibekuk Satlantas Polres Blitar Kota

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…