Jeep Suntik Mati Model Grand Cherokee Bermesin 5,7 Liter V8 Akhir Tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Jeep Grand Cherokee L. SP/ JKT
Jeep Grand Cherokee L. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Jeep, merek otomotif asal Amerika Serikat (AS) mengumumkan kabar kurang menyenangkan yakni bakal menyuntik mati model model Grand Cherokee L dalam pilihan mesin 5,7 liter V8 naturally-aspirated di akhir tahun ini. Dengan demikian, Grand Cherokee L kini hanya menyisakan pilihan mesin V6 Pentastar 3,6 liter yang lebih kecil.

Keputusan ini menyusul kembalinya dihapus mesin V8 dari jajaran kendaraan Jeep setelah model Wagoneer dan Grand Wagoneer pada tahun lalu serta Grand Cherokee versi dua baris, Jumat (11/10/2024).

Dimatikannya mesin V8 diperkirakan karena kurangnya permintaan untuk jantung pacu ini. Jeep mengatakan bahwa kurang dari 4 persen pelanggan memilih mesin ini dalam setahun terakhir.

Meski saat ini hanya menyisakan pilihan mesin V6 3,6 liter, namun diperkirakan tidak akan bertahan lama. Kemungkinan SUV ini bakal usung mesin 4-silinder 2,0 liter turbocharged di masa yang akan datang, sama seperti versi dua barisnya.

Meskipun mesin V8 maupun V6 akan dimatikan, diharapkan Jeep dapat menyediakan pilihan Hurricane 3,0 liter twin-turbocharged 6-silinder lurus pada Grand Cherokee L. Sebelumnya, opsi ini telah tersedia dalam Wagoneer dan Grand Wagoneer.

Sementara itu, terkait mesin ini akan menjadi penerus dari Grand Cherokee bertenaga V8, yang memberikan performa mengesankan sebesar 510 dk dan torsi 678 Nm.

Sebagai informasi, terkait mesin 5,7 liter V8 naturally-aspirated yang akan benar-benar disuntik mati akhir tahun ini, maka hal tersebut sangat disayangkan. Pasalnya model ini memiliki mesin V8 6.200 cc supercharged yang menghasilkan tenaga 707 ps dengan torsi puncak 875 Nm. Mesin yang sama dengan yang dijejalkan pada kompartemen mesin Dodge Challenger Hellcat.

Pasalnya, performa yang luar biasa dan tidak dimiliki Jeep lainnya saat ini. Dengan tenaga dan torsi yang dimilikinya tersebut memungkinkan mobil ini berakselerasi 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3,5 detik sehingga cukup mampu memuaskan adrenaline, namun sayangnya mesin tersebut dianggap tidak sesuai dengan regulasi yang ada di Amerika Serikat dan Eropa. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Lewat Program Bongkar Ratoon, Pemkab Tulungagung Genjot Produktivitas Tebu

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Salah satu strategis dalam membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung swasembada gula nasional, Pemerintah…

Cegah Super Flu, Dinkes Kota Madiun Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Cegah Super Flu, Dinkes Kota Madiun Ingatkan Disiplin Protokol Kesehatan

Kamis, 08 Okt 2026 11:19 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 11:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya dalam mencegah penularan penyakit super flu atau varian influenza A H3N2 subclade K, Dinas Kesehatan (Dinkes-PPKB)…

Penuhi Kebutuhan Bapok, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM di Tengah Kemarau Panjang

Penuhi Kebutuhan Bapok, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM di Tengah Kemarau Panjang

Kamis, 08 Okt 2026 10:56 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memenuhi kebutuhan bahan pokok sekaligus menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok (bapok) di tengah…

Sidang Wire Rope PT BPI: Fakta SNI dari Pemasok Bertemu Isu Batas Kriminalisasi

Sidang Wire Rope PT BPI: Fakta SNI dari Pemasok Bertemu Isu Batas Kriminalisasi

Kamis, 08 Okt 2026 10:41 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 10:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Persidangan perkara perdagangan wire rope atau tali baja yang menjerat Direktur Utama PT Bentang Persada Internusa (BPI), Santoso U…

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Permata Bank Ajak Nasabah Surabaya Lewat Wealth Wisdom 2026

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,72% pada triwulan II 2026[1], kebutuhan untuk mengelola kekayaan secara adaptif dan…

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

CEO Danantara Sebut Sejumlah BUMN Segera Melantai di Bursa

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

Kamis, 08 Okt 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.com - Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa sejumlah badan usaha milik…