Warga Sekitar Keluhkan Krisis Air

Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai Soroti Proyek Terowongan TIJ-KBS

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai saat menggelar reses, menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai saat menggelar reses, menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Surabaya Bahtiyar Rifai menyoroti pembangunan tunnel atau terowongan pejalan kaki penghubung Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) dengan Kebun Binatang Surabaya (KBS, di Kecamatan Wonokromo.

Bahtiyar mengatakan saat menggelar reses, menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya dirinya mendapat keluhan warga sekitar proyek yang mengaitkan krisis air warga kampung dengan proyek senilai Rp 31 miliar tersebut. Sejumlah warga yang tidak jauh dari proyek terowongan bawah tanah itu mengeluh sumurnya mengering saat proyek itu hendak selesai.

"Proyek tunnel itu mengusik ketenangan warga karena tak lagi bisa mudah mendapatkan air dari sumur karena mengering. Puluhan tahun baru kali ini sumur mereka mengering. Warga mengaitkan dengan proyek terowongan TIJ-KBS," kata Bahtiyar, Minggu (3/11).

Proyek tunnel TIJ-KBS itu dikerjakan mulai Juni 2024 dan tuntas pertengahan November 2024. Proyek bawah tanah dibangun dengan APBD dengan panjang 160 meter. Terowongan ini memiliki lebar 4 meter dan tinggi 3,25 meter.

Bahtiyar ini menjelaskan keluhan warga Sawunggaling itu disampaikan saat dirinya menggelar reses untuk menyerap aspirasi di wilayah Wonokromo. Seluruh anggota DPRD Surabaya minggu kemarin menggelar reses di daerah pemilihannya masing-masing. 

Politisi yang kelahiran Lamongan ini juga menggelar reses yang sama di Dapil 4. Dapil dimana dia mewakili warga Surabaya yang tinggal di Kecamatan Wonokromo, Gayungan, Jambangan, Sawahan, dan Sukomanunggal.

Mengeringnya sumur warga itu menjadi aspirasi yang dititipkan warga kepada Bahtiyar. Apalagi air adalah kebutuhan mendasar warga untuk keperluan sehari-hari. "Kini kami antre mendapatkan air di musala setempat," kata Tri Yulianda, warga yang madul ke Bahtiyar. 

Ternyata tidak hanya sumur milik warga tersebut yang mengering. Beberapa sumur warga yang lain juga dalam kondisi serupa. Puluhan tahun belum pernah mengering. Baru saat ada proyek tunnel, mengering. 

Kondisi ini makin menguatkan asumsi warga bahwa bisa jadi penyebabnya adalah proyek tersebut. Dikatakan bahwa warga sudah melaporkan ke kelurahan dan mendatangi pihak pembangunan proyek. Namun belum ada penyelesaian.

"Ini merupakan catatan penting buat pengelola proyek agar memikirkan dampak terhadap masyarakat sekitar. Harus dicari solusi terbaik agar kebutuhan air warga bisa terpenuhi kembali," kata Bahtiyar.

Pimpinan dewan ini bisa memahami situasi yang dihadapi warga. Apalagi rata-rata warga di dekat proyek TIJ-KBS itu adalah masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah. Perkampungan mereka adalah perkampungan dengan rumah kecil-kecil.

Warga juga menyampaikan bahwa selama ini warga sudah senang dengan keberadaan  sumur tradisional. Dengan menggali sumur dengan kedalaman 6 meter sudah keluar air. Kemudian dipompa. 

Warga menyebut ada paku bumi proyek sampai 12 meter sehingga berdampak pada keberadaan sumur warga. Kini sumur warga kering. Namun Bahtiyar masih belum bisa memastikan apakah penyebabnya proyek tunnel. 

Perlu kajian akademis khususnya dari Dinas terkait apakah sumur kering itu dampak dari pembangunan atau alam. "Kami akan lakukan hearing dengan mendatangkan semua pihak. Baik dinas terkait dalam hal ini Dishub dan PU. Kalau diperlukan pakar harus dihadirkan," kata Bahtiyar.

Wakil Ketua DPRD Surabaya ini menempatkan keluhan sumur kering itu menjadi perhatian serius. Diakui ada beberapa keluhan yang dirasakan masyarakat ada di wilayah Kelurahan Sawunggaling. Dua RW yakni RW 5 dan RW 6 warganya mengeluhkan sumur konvensional warga kering.

Selain itu, dampak lain juga muncul akibat pengerjaan proyek TIJ-KBS tersebut. Ada juga rumah warga yang retak akibat proses pembangunan terowongan dari TIJ menuju KBS ini. Semua disampaikan dalam reses dan akan ditindaklanjuti dengan hearing.

"Silakan warga bersurat resmi ke DPRD untuk dilakukan rapat koordinasi dengan beberapa pihak terkait agar bisa ditemukan solusi terbaik terkait permasalahan tersebut," tandas Bahtiyar. Alq

Berita Terbaru

Musim Giling 2026, PG Ngadirejo Kediri Targetkan Giling Tebu 10,6 Juta Kuintal

Musim Giling 2026, PG Ngadirejo Kediri Targetkan Giling Tebu 10,6 Juta Kuintal

Jumat, 27 Mar 2026 10:06 WIB

Jumat, 27 Mar 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Memasuki musim giling Tahun 2026, Pabrik Gula Ngadirejo Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menargetkan mampu menggiling tebu sebanyak…

Syarat Gadai BPKB Mobil di SEVA, Alternatif Pinjaman Dana Tunai Tanpa Harus Jual Kendaraan

Syarat Gadai BPKB Mobil di SEVA, Alternatif Pinjaman Dana Tunai Tanpa Harus Jual Kendaraan

Kamis, 26 Mar 2026 21:25 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 21:25 WIB

Surabayapagi.com-Surabaya:  Kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat dan aman terus meningkat, termasuk di kota-kota besar seperti Surabaya. …

Jabatan Kabais Diserahkan ke Panglima TNI

Jabatan Kabais Diserahkan ke Panglima TNI

Kamis, 26 Mar 2026 18:58 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 18:58 WIB

Buntut Penyiraman air Keras yang Menimpa aktivis KontraS Andrie Yunus. Konon Korban Kerap Kritik UU TNI dan Perluasan Peran Militer di Ruang Sipil…

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Kepala Bais Diproses Secara Hukum

Koalisi Masyarakat Sipil Desak Kepala Bais Diproses Secara Hukum

Kamis, 26 Mar 2026 18:54 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Koalisi Masyarakat Sipil mendesak Kepala Bais segera diproses hukum untuk dimintai pertanggungjawaban. Koalisi Sipil semula…

PT Gala Bumi Perkasa, Pengembang Pasar Turi, Didenda Rp 214 Miliar

PT Gala Bumi Perkasa, Pengembang Pasar Turi, Didenda Rp 214 Miliar

Kamis, 26 Mar 2026 18:50 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 18:50 WIB

PN Surabaya Nyatakan Perusahaan Milik Cen Liang alias Henry J Gunawan (Alm) Lakukan Kejahatan Perpajakan Penyampaian SPT…

Pengurus BPR Dwicahaya Malang, Ditangkap di Stasiun Gambir

Pengurus BPR Dwicahaya Malang, Ditangkap di Stasiun Gambir

Kamis, 26 Mar 2026 18:48 WIB

Kamis, 26 Mar 2026 18:48 WIB

Diduga Gelapkan Deposito Nasabah Senilai Rp13 miliar   SURABAYAPAGI.COM, Malang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri telah mengamankan …