Segera, PAUD Tidak Diajari Matematika Sulit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Pembelajaran akan Dilakukan Dengan Prinsip Pedagogik, TK akan Bermain Sambil Belajar Matematika. Mulai Akhir kelas 4 Diajarkan Coding dan AI

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tak lama lagi, di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) atau taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) awal kelas 1, 2, dan 3, era pemerintahan Presiden Prabowo-Gibran, akan diajarkan matematika dasar. Pengajarannya, bukan materi sulit. Pelajaran matematika harus bisa diajarkan guru secara mudah dan menggembirakan.

Ini program yang menjadi sorotan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Program ini adalah pengajaran Science, Technology, Engineering, and Mathematic (STEM) usia dini. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertingkat sesuai jenjang pendidikan siswa.

Di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) atau taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD) awal kelas 1, 2, dan 3, STEM yang diajarkan adalah matematika dasar. Bukan materi sulit, matematika harus bisa diajarkan guru secara mudah dan menggembirakan.

Pembelajaran akan dilakukan sesuai dengan prinsip pedagoginya. Di mana TK akan bermain sambil belajar matematika dan SD awal belajar matematika sekaligus bermain. Sehingga belajar disampaikan dengan cara menggembirakan.

Bukan sekedar isu saja, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti sebelumnya sudah menegaskan pembelajaran matematika dari tingkat PAUD/TK dan SD awal sudah menjadi sebuah keputusan. Tetapi teknis pelaksanaannya belum ada.

 

Mendikdasmen Bocorkan Teknis Penerapannya

Mu'ti membocorkan ada tawaran kerja sama dari berbagai lembaga tertentu luar negeri untuk mendukung program ini. Bahkan ada lembaga yang sudah bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto.

Meski begitu, Mu'ti mengaku belum ada keputusan. Pihaknya hingga kini masih mengkaji teknis penerapan agar matematika bisa diajarkan secara mudah dan menggembirakan.

"Sekarang masih dalam proses pengkajian untuk penerapannya," kata Mu'ti dikutip dari DetikEdu, Kamis (21/11/2024).

Meski ada tawaran lembaga luar negeri, Mu'ti meyakini banyak praktek baik di dalam negeri tentang model pembelajaran matematika yang bisa digunakan. Dari berbagai model yang ada, Kemendikdasmen akan mereplikasi dan diperluas melalui pelatihan guru.

Pelatihan ini akan dilakukan untuk semua guru. Baik mereka yang lulus melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) ataupun guru bidang studi dan guru kelas. Tujuannya agar kemampuan pedagogik guru meningkat.

"Sebenarnya yang paling jelas memang guru-guru kita harus meningkat kemampuan pedagogiknya," ujar Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

 

Kemampuan Akademik Guru-guru

Mu'ti tidak meragukan kemampuan akademik yang dimiliki guru-guru Indonesia, terutama mereka yang lulusan D4 atau S1. Tetapi, terkait metode pembelajaran menjadi hal berbeda yang harus ditingkatkan.

Terlebih banyak guru-guru di Indonesia kini bukan lulusan fakultas ilmu pendidikan atau program studi keguruan. Contohnya mereka yang lulus melalui program PPG.

"Sehingga nanti pelatihan-pelatihan guru akan berfokus pada pelatihan metodologi," tambahnya lagi.

Pelatihan lain yang akan didapatkan guru selain metode pembelajaran, berkaitan dengan kemampuan bimbingan konseling. Karena Kemendikdasmen yakin di setiap mata pelajaran melekat pendidikan nilai yang juga harus diperhatikan.

"Ini bagian dari memperkuat pendidikan karakter dan juga mengoptimalkan peran guru," urainya.

Ia berharap guru Indonesia ke depan bukan hanya sebagai pengajar yang mentransfer pengetahuan. Tetapi guru harus mampu menanamkan nilai-nilai dan mendampingi murid supaya bahagia ketika belajar.

"(Sehingga siswa) ada tempat curhat, tempat mengadu, (dan) ada yang memandu mengembangkan potensi mereka," ujar Sekum PP Muhammadiyah itu.

 

Mulai Kelas 4 Pilihan Coding

Kemampuan membimbing akan dihitung menjadi bagian dari kewajiban dan tugas guru. Sehingga tagihan untuk pemenuhan kewajiban mengajar tidak 24 jam, melainkan tergantung mata pelajaran dan jabatannya.

"Nanti tagihan untuk pemenuhan kewajiban mengajar itu tidak hanya 24 jam. Ngajarnya mungkin bisa 16, bisa 14, bervariasi tergantung mata pelajaran dan jabatannya," jelas Mu'ti.

"Tapi nanti ada tambahan tugas misalnya membimbing, aktif di masyarakat, aktif dalam kegiatan sekolah dan sebagainya. (Hal ini menjadi) bagian dari kewajiban guru, pemenuhan tugas guru," pungkasnya.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, pengajaran STEM di sekolah akan berlangsung bertingkat. Bila matematika dasar akan dilakukan pada tingkat TK dan SD awal, tingkat selanjutnya akan berbeda.

Diketahui SD akhir kelas 4, 5, dan 6 hingga sekolah menengah pertama (SMP) akan mendapat program penambahan mata pelajaran pilihan coding dan AI (Artificial Intelligence). Tingkat SMA akan dikaitkan dengan pengembangan sekolah unggul dan SMK akan mengalami penguatan pendidikan vokasi serta pelatihan. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

SPDP Tak Diterima Sebelum Pemeriksaan, Dua Eks Direktur BPR Madiun Gugat Penetapan Tersangka

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 19:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Dua mantan Direktur Perumda BPR Bank Daerah Kota Madiun, Sugeng Mukti Wibowo (SMW) dan Ahmadu Malik Dana Logistia (AD), mem…

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

‎Mentirakati Indonesia, Mahasiswa Madiun Kenang Setahun Tragedi Agustus

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 18:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Madiun menggelar aksi simbolis bertajuk “Mentirakati …

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Wilbex 2026, Hadirkan Pasar Produk Ibu dan Anak di Surabaya

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 17:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Pameran kebutuhan ibu, bayi, dan anak, Willow Baby Expo (Wilbex) kembali digelar di Surabaya. Memasuki penyelenggaraan 2026, Wilbex V…

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Nenek di Blitar Tercebur ke Sumur Bekas Pembuangan Sampah

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nenek Suwarti berusia 70 tahun warga Kel. Beru, Kec. Wlingi, Kab. Blitar, tadi jelang Sholat Jumat, 28 Agustus 2026, sekitar pukul…

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Luncurkan Majelis Pemberdayaan Indonesia, Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Ekonomi

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Jombang - Majelis Pemberdayaan Indonesia resmi digaungkan sebagai langkah strategis memperkuat pemberdayaan masyarakat dan mengatasi persoalan…

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Dugaan Pesta Miras Pelajar di Gresik Jadi Alarm Keras, KBPPPA: Jangan Hanya Menghukum Anak

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

Jumat, 28 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Dugaan pesta minuman keras (miras) yang melibatkan sejumlah pelajar SMP di Kabupaten Gresik menjadi alarm serius bagi dunia p…