Tekan Stunting, Pemkab Probolinggo Alokasikan Rp 10 Miliar untuk Program MBG

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
lustrasi. Anak sekolah saat menikmati program makan bergizi gratis (MBG). SP/ PRB
lustrasi. Anak sekolah saat menikmati program makan bergizi gratis (MBG). SP/ PRB

i

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka menekan angka stunting di daerah, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 miliar dari dana alokasi umum (DAU) untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). 

Anggaran nyatanya masih jauh dari mencukupi, lantaran kebutuhan ideal untuk pelaksanaan program ini mencapai Rp 100 miliar. Dan diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, dan anak sekolah.

"Anggaran Rp 10 miliar ini belum cukup. Selain itu, hingga kini belum ada data akurat terkait jumlah penerima manfaat, termasuk kategori ibu hamil, balita, dan anak sekolah," jelas Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo Oka Mahendra Jati Kusuma, Selasa (07/01/2025).

Oka juga menyoroti belum adanya dapur khusus di Kabupaten Probolinggo untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis, lantaran saat ini, dapur yang ditunjuk berada di Kota Probolinggo. 

"Setahu saya, dapur khusus ini baru ada di Kota Probolinggo. Untuk Kabupaten Probolinggo mungkin masih dalam proses, karena targetnya sampai akhir tahun 2025," jelasnya. 

Sehingga pihaknya berharap pemerintah pusat dapat memberikan tambahan dana transfer agar program ini berjalan optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Saat ini kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat. Semoga ada kejelasan mengenai mekanisme pelaksanaan dan tambahan anggaran," katanya.

Perlu diketahui, program makan bergizi gratis merupakan langkah strategis Pemkab Probolinggo untuk menekan angka stunting dan malnutrisi. Dengan alokasi anggaran yang lebih memadai dan mekanisme pelaksanaan yang tepat, program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di kalangan rentan.

"Ini bukan sekadar memberikan makan siang. Kualitas, higienitas, dan nilai gizi harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai hanya asal diberikan tanpa memperhatikan standar kesehatan yang seharusnya," katanya. pr-01/dsy

Berita Terbaru

Perkuat Akses Keadilan, c

Perkuat Akses Keadilan, c

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai paya memperkuat akses keadilan bagi masyarakat di Kota Pahlawan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menyediakan fasilitas…

Bangun TPA Baru di Desa Mrican, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Bangun TPA Baru di Desa Mrican, Pemkab Ponorogo Siapkan Anggaran Rp15 Miliar

Selasa, 27 Okt 2026 13:33 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Pada 2027, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, bakal menyiapkan anggaran sekitar Rp15 miliar untuk membangun tempat pemrosesan…

Operasikan 18 Mikrobus Baru, Pemkot Surabaya Perbarui Feeder WiraWiri Rute Joyoboyo-Lakarsantri

Operasikan 18 Mikrobus Baru, Pemkot Surabaya Perbarui Feeder WiraWiri Rute Joyoboyo-Lakarsantri

Selasa, 27 Okt 2026 13:17 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bakal segera mengoperasikan 18 mikrobus baru, sehingga pihaknya akan memperbarui armada angkutan…

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Perkuat Pengelolaan CSR, Pemkab Sidoarjo Jadikan Pembiayaan di Luar APBD

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam memperkuat pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR), Pemerintah…

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Sebelum Dibunuh, Dini dan Anaknya Sempat Tinggal Di Yasmaga Guest House Ponorogo Empat Bulan

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo — Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, Arshaka Ghafa El Faezya (4), sempat tinggal selama sekitar empat bulan di Yasmaga Guest House, J…

Prihatin, Pemkab Kediri Bakal Beri Sanksi Skors hingga DO Pelaku Bullying

Prihatin, Pemkab Kediri Bakal Beri Sanksi Skors hingga DO Pelaku Bullying

Selasa, 27 Okt 2026 12:46 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 12:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Menindaklanjuti maraknya kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, bakal tegas…