SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Jeep, pabrikan otomotif premium asal Amerika Serikat (AS) mengumumkan penghentian penjualan Grand Cherokee di Eropa pada tahun ini, dan akan segera digantikan dengan model EV terbarunya, Wagoneer S.
Model terbaru versi EV Wagoneer S tersebut memiliki ukuran yang serupa seperti Grand Cherokee. Kabarnya, Jeep EV tersebut akan berdampingan dengan EV lainnya bernama Avenger yang memiliki ukuran lebih kecil.
Selain itu. SUV besar ini diharapkan dapat berkontribusi lebih baik terhadap target penjualan CO2 dan EV karena semuanya serba listrik. Hal ini dilakukan karena keduanya merupakan model yang dikhususkan untuk offroad 4x4 dengan pemosisian sama.
“Itu belum diputuskan saat ini, tapi Recon akan menjadi alternatif kuat untuk Wrangler,” kata Head of Jeep Brand Europe, Eric Laforge, Rabu (15/01/2025).
Dengan hadirnya Jeep Wagoneer S sekaligus menandai langkah baru bagi brand dalam berpetualang pada peralihan menuju elektrifikasi sepenuhnya yang dikembangkan oleh Stellantis, STLA Large. Mobil ini direncanakan akan masuk ke dalam pasar kendaraan listrik premium.
Berbicara soal performanya, Jeep Wagoneer S dibekali dengan motor listrik berkekuatan dahsyat hingga 600 dk dan torsi instan 800 Nm. Dengan demikian, mobil ini dapat berlari dari 0 ke 100 km/jam dalam 3,4 detik.
SUV ini juga memiliki baterai 100 kWh sehingga dapat berjalan dengan jarak tempuh sejauh 482 km dalam sekali pengisian daya. Mobil ini secara efisien dapat mengisi daya dari 20 ke 80 persen dalam 23 menit saja menggunakan DC fast charger. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu