Setahun, PDAM Lamongan Pungut Rp 2,9 Miliar dari Pelanggan Dana Meteran, Kemana Uangnya....?

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor PDAM di Jalan Lamongrejo Lamongan ini sebagai saksi adanya pungutan uang ke pelanggan mencapai miliaran rupiah setahun yang harus dipertanggungjawabkan.  FOTO:SP/MUHAJIRIN
Kantor PDAM di Jalan Lamongrejo Lamongan ini sebagai saksi adanya pungutan uang ke pelanggan mencapai miliaran rupiah setahun yang harus dipertanggungjawabkan. FOTO:SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setahun, Perusaan Daerah Air Minum (PDAM) Lamongan teryata memungut uang bernilai miliaran rupiah, dari pelanggan setiap tahunya dari sewa meteran air, nilai fantastis dan kemana aliran uang tersebut dan penggunaan nya untuk apa...?

Beberapa hari ini surabayapagi.com menerima aduan dari pelanggan PDAM di Lamongan. Mereka tidak menyadari kalau setiap bulanya membayar sewa meteran, selain membayar administrasi dan jumlah air yang dikeluarkan.

Setiap bulannya kata salah satu pelanggan di Lamongan yang namanya minta tidak disebutkan, ia membayar Rp 9000 untuk dana meteran, admistrasi Rp 5000, Denda kalau ada keterlambatan, dan Rp 130 ribuan, jadi kalau di total semuanya setiap bulanya membayar air PDAM Rp 144 ribu.

Namun kata dia, yang menjadikan janggal pelanggan adalah membayar Rp 9000 untuk dana meteran, dengan istilah sewa meteran, padahal saat memasang saluran air PDAM membayar uang yang tidak sedikit hingga jutaan rupiah. 

"Kami memasang saluran PDAM itu sampai jutaan, kok aneh meteran yang ada di rumah itu setiap bulannya kami disuruh bayar, nalar manajemen dan pemerintah Kabupaten Lamongan itu seperti apa ya meteran saja dibebankan pelanggan untuk sewanya," tanyak sumber itu dengan terheran-heran, kepada surabayapagi.com, Selasa (21/1/2025).

Bisa dibayangkan dari pungutan dana meteran ini saja kata dia, PDAM bisa mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit bisa mencapai miliaran rupiah, pertanyaannya uang pungutan itu kemana aliran nya dan digunakan untuk apa. "Kalau tidak jelas penggunaan nya ini bisa masuk kategori korupsi, dan Aparatur Penegak Hukum (APH) bisa turun tangan," pintanya.

Informasi yang didapat surabayapagi.com sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan menyebutkan, jumlah pelanggan PDAM tahun 2019 sejumlah 23.795 dengan distribusi air ke pelanggan sejumlah 5 797.943 meter kubik.

Di tahun 2023 jumlah pelanggan PDAM sudah mencapai 27 ribuan, tentu di tahun 2024 hingga Januari 2025 jumlah pelanggan otomatis naik, karena sejumlah titik di Lamongan mulai menjamur perumahan yang tentunya air menjadi kebutuhan baik pengembang atau calon pembeli perumahan.

Dari jumlah pelanggan katakan 27 ribu kalau dikalikan Rp 9000 maka setiap bulan PDAM mendapatkan masukan dari dana meteran saja Rp 243 juta. Kalau dikalikan 12 bulan, maka uang yang didapat sebanyak Rp  2.916.000.000 (dua miliar sembilan ratus enam belas juta rupiah).

Terpisah, Direktur Permuda PDAM Lamongan M. Ali Mahfudi saat dihubungi melalui sambungan seluler tidak menampik kalau Perusahaan nya memungut jasa dana meteran dari pelanggan, karena ada dasarnya dari edaran tarif dan Peraturan bupati. "Iya itu ada dasar Perbup dan dasar edaran tarif," terangnya.

Saat didesak dasar Perbup nomor berapa dan tahun berapa, Ali enggan menjawabnya, ia hanya menjawab kalau dirinya ada tamu. "Saya masih ada tamu, monggo kapan kalau mau ke PDAM...ada dasarnya..Pak nanti bisa ketemu bagian kabagnya," demikian isi chat WhatsApp kepada surabayapagi.com.jir

Berita Terbaru

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Proyek Jalan Lingkungan Pondok Mutiara Siluman Tanpa Papan Nama

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Proyek pemeliharaan jalan lingkungan di Perumahan Pondok Mutiara, Desa Jati, Kecamatan Sidoarjo, memicu sorotan tajam publik. P…

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Dongkrak Ekonomi Warga Desa Pagerwojo Mendapat Pelatihan Wirausaha Baru (WUB)

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Puluhan warga Desa Pagerwojo, Buduran antusias mengikuti program pelatihan Wirausaha Baru (WUB) yang digelar Dinas Koperasi dan…

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan Raih Mandaya Award sebagai Pesantren Mandiri dari Kemenko PM

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, meraih apresiasi Mandaya Awards 2026, atas kiprahnya dalam…

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Disdikdaya Probolinggo Tekankan Transparansi Penggunaan Dana BOSP PAUD

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo menekankan pentingnya transparansi, ketertiban administrasi…

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…