Hemat Operasional, Petani di Banyuwangi Rasakan Manfaat Positif Pompanisasi

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Dukung program ketahanan pangan pemerintah, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur jalankan pompanisasi di berbagai wilayah Jawa Timur. 

Pompanisasi merupakan bagian dari program electrifying agriculture yakni irigasi sawah yang semula menggunakan diesel menjadi listrik PLN. General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir memaparkan langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung program pemerintah yaitu ketahanan pangan. 

"Program ini merupakan langkah nyata PLN dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang merupakan proyek strategis nasional melalui optimalisasi energi listrik untuk sektor pertanian. PLN hadir untuk mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian dan efisiensi kerja petani di wilayah yang sulit mendapatkan air untuk tumbuh kembang tanaman," papar Ahmad.

Di Banyuwangi, program pompanisasi juga diimplementasikan oleh Kelompok Tani (Poktan) Tani Usaha di Desa Wringinpitu, Kecamatan Tegaldlimo. Kolaborasi ini adalah wujud sinergi PLN dengan Dinas Pertanian untuk mendukung pertanian yang lebih modern di wilayah Banyuwangi. 

Ketua Poktan Tani Usaha, Khusaini, mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya program ini.

“Pompanisasi ini sangat penting untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian di desa kami. Dengan ini, petani bisa mengelola air lebih efisien,” tuturnya.

Senada dengan itu, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Tegaldlimo, Dodik Dwi Anggriawan menekankan dampak positif program ini bagi masyarakat. 

“Meski ada irigasi, selama ini air tidak bisa menjangkau lahan petani. Dengan bantuan pompanisasi, air kini dapat dimanfaatkan dengan lebih baik oleh warga,” jelasnya.

Menurutnya, warga bisa menghemat hingga 41 persen dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak. Jika sebelumnya menggunakan bahan bakar minyak pengeluaran mencapai 4 juta rupiah, setelah menggunakan listrik PLN menjadi sekitar 2,4 juta per bulan.

Di Jember, PLN berkolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyalakan pompa air listrik dengan kapasitas 13.200 VA untuk mengairi lahan pertanian seluas 3 hektar di Tanggul. 

Kolaborasi ini memungkinkan petani di wilayah Tanggul untuk dapat mengoptimalkan pengairan lahan pertanian mereka, sehingga hasil panen diharapkan dapat meningkat baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Perwakilan Dinas Pendapatan Daerah, Budiman menyambut antusias program elektrifikasi pertanian ini. Ia menilai bahwa penggunaan pompa air listrik akan membawa banyak manfaat bagi para petani.

"Air yang dipompa menjadi lebih higienis dan bebas dari kontaminan, sehingga kualitas hasil pertanian dapat meningkat. Selain itu, penggunaan listrik lebih efisien dan hemat dibandingkan dengan bahan bakar minyak, serta biaya operasionalnya pun lebih terjangkau dalam jangka panjang," imbuhnya.

Manfaat yang sama juga dirasakan Kelompok Tani Barokah di Ploso, Tambaksari Surabaya.

Dengan tersambung listrik daya 5.500 VA, Kelompok Tani Barokah Barokah dapat lebih mudah mengelola lahan pertanian mereka, meningkatkan hasil panen, dan berkontribusi pada ketahanan pangan di daerah setempat. Byb

Berita Terbaru

Kejari Gresik Banding Vonis Ringan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Ada Perbedaan Dasar Pasal dalam Putusan Hakim

Kejari Gresik Banding Vonis Ringan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi, Ada Perbedaan Dasar Pasal dalam Putusan Hakim

Rabu, 05 Agu 2026 16:13 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 16:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik resmi mengajukan upaya hukum banding atas putusan ringan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan T…

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Hama Tikus Liar, Puluhan Hektare Jagung di Tuban Diambang Gagal Panen

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tuban - Seluas puluhan hektare tanaman jagung yang siap panen hancur digerogoti kawanan pengerat hama tikus liar yang meneror lahan pertanian…

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Siapkan Blok Makam Muslim dan Nonmuslim, Pemkot Surabaya Perluasan TPU Keputih

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai bagian dari upaya perluasan area pemakaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan bangunan liar (bangli) di…

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Program Sekolah Rakyat, Wali Kota Eri Optimistis Lahirkan Pemimpin Masa Depan

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 15:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Pahlawan sudah mulai berjalan. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi optimistis Sekolah Rakyat…

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Siap Dibangun, Lahan Sekolah Rakyat Tahap III Magetan Masih Ditanami Tebu

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap III di Magetan yang didanai APBN, saat ini terkait kesiapan lahan sekolah…

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Kaji Perampingan OPD, Pemkab Magetan Berlakukan Batas Belanja Pegawai 30 Persen

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

Rabu, 05 Agu 2026 14:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Pemerintah Kabupaten Magetan mulai menyusun strategi menghadapi pemberlakuan ketentuan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30…