SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Usai hujan deras yang terus mengguyur Dusun Gilih, Desa Seboro, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur membuat jembatan satu-satunya yang menjadi akses warga setempat putus total, sehingga aktivitas warga terganggu.
Bahkan akibat putus totalnya jembatan tersebut, sebanyak ratusan warga di Dusun Gilih, Desa Seboro, Kabupaten Probolinggo menjadi terisolasi. Pasalnya, jembatan tersebut menjadi akses warga untuk keluar dari dusun di Desa Seboro, Kecamatan Krejengan karena di belakang dusun tersebut hanya terdapat hamparan sawah
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, mengungkap panjang jembatan tersebut mencapai 25 meter dan yang rusak diterjang banjir sepanjang 18 meter, sehingga hanya tersisa 7 meter saja.
"Berdasarkan data yang kami himpun sebanyak 85 kepala keluarga (KK) atau 200 lebih orang di satu dusun yakni di Dusun Gilih terisolir karena jembatan putus diterjang banjir," kata Oemar Sjarief, Jumat (07/02/2025).
Saat ini, perahu karet disiapkan, karena sudah tidak ada akses lain. Meski ada, tapi hanya jalan setapak, itupun becek dan tidak bisa pakai sepeda motor, serta jaraknya kurang lebih sampai 3 kilometer.
Setidaknya, adanya perahu karet tersebut dapat digunakan sampai dengan jembatan darurat dari bambu rampung dibangun. Jembatan kini masih dalam proses pembangunan.
Sebagai informasi, banjir melanda enam kecamatan di Kabupaten Probolinggo yakni Kecamatan Krejengan, Kraksaan, Pajarakan, Pakuniran, Gading dan Maron, namun hanya di Kecamatan Maron saja tidak berdampak pada pemukiman warga.
Sedangkan untuk total rumah warga yang terdampak banjir di lima kecamatan tersebut mencapai 1.009 unit dan tidak ada korban jiwa dalam bencana hidrometeorologi tersebut.
Selain banjir, Kabupaten Probolinggo juga diterjang tanah longsor di Kecamatan Krucil dan Tiris, sehingga menyebabkan beberapa rumah rusak, namun tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu