Cuaca Ekstrem, 27 Titik Infrastruktur Vital di 7 Kecamatan Jember Alami Kerusakan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi plengsengan sungai di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Arjasa Jember, Jawa Timur longsor, Sabtu (28/2/2026) Tanah tersebut longsor saat terjadi hujan lebat. SP/ JBR
Kondisi plengsengan sungai di Desa Kemuningsari Lor Kecamatan Arjasa Jember, Jawa Timur longsor, Sabtu (28/2/2026) Tanah tersebut longsor saat terjadi hujan lebat. SP/ JBR

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Cuaca ekstrem yang sedang melanda rata di Indonesia juga dirasakan Kabupaten Jember. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 27 titik kerusakan infrastruktur yang tersebar di tujuh kecamatan yang didominasi terdampak longsor dan pergerakan tanah lateral selama dua bulan terakhir.

Lebih lanjut, pihaknya tidak sekadar melakukan pendataan, namun telah melakukan evaluasi teknis mendalam untuk menentukan titik-titik kritis yang membutuhkan intervensi segera.

​"Kami bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana yang terjadi sejak awal Januari. Seluruh infrastruktur mulai dari dinding penahan tanah (retaining wall), jembatan, hingga akses jalan lingkungan warga telah kami petakan. Fokus utama kami adalah memastikan aksesibilitas masyarakat tidak terputus," ujar ​Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jember, Anang Dwi Resdianto, Senin (02/03/2026).

​BPBD Jember mengidentifikasi beberapa lokasi yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan dan memerlukan rekonstruksi permanen dalam waktu dekat. Yakni ​Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa,  Dusun Sodong, Desa Kemiri, Kecamatan Panti dan Dusun Glundengan, Desa Suci.

Sementara itu, untuk kerusakan pada dinding penahan tanah di wilayah ini dinilai sangat mendesak. Sehingga, rekonstruksi di titik ini menjadi harga mati guna mencegah isolasi wilayah dan​ kondisi jembatan bambu darurat yang dibangun sejak 2019 kini telah lapuk dan membahayakan keselamatan.

"Jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi sekitar 30 kepala keluarga. BPBD berkomitmen mengupayakan peralihan ke struktur permanen," ungkap Anang.

​Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, BPBD Jember menginstruksikan seluruh lapisan masyarakat, terutama yang bermukim di daerah lereng dan rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan, serta terus memperkuat program ketahanan masyarakat agar warga mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi kerusakan infrastruktur di lingkungan mereka.​ jr-01/dsy

Berita Terbaru

Bakal Jadi Destinasi Wisata, Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi Capai 95 Persen

Bakal Jadi Destinasi Wisata, Progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi Capai 95 Persen

Jumat, 17 Apr 2026 14:46 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 14:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Saat ini progres revitalisasi Pasar Banyuwangi telah mencapai sekitar 95 persen dan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Dukung Efisiensi Pusat, Pemkab Trenggalek Terapkan Kebijakan WFH Dialokasikan ke Infrastruktur Jalan

Dukung Efisiensi Pusat, Pemkab Trenggalek Terapkan Kebijakan WFH Dialokasikan ke Infrastruktur Jalan

Jumat, 17 Apr 2026 14:34 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 14:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menindaklanjuti kebijakan efisiensi dari Pemerintah Pusat, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek juga turut serta…

AIM ASEAN Roadshow di Surabaya, Tiar Karbala Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Produktivitas Usaha

AIM ASEAN Roadshow di Surabaya, Tiar Karbala Dorong Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Produktivitas Usaha

Jumat, 17 Apr 2026 14:00 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 14:00 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabilla Karbala, mendorong percepatan transformasi digital pelaku usaha m…

Musim Haji 2026, Tenaga Kesehatan Kota Malang Optimalkan Pelayanan CJH Selama di Tanah Suci

Musim Haji 2026, Tenaga Kesehatan Kota Malang Optimalkan Pelayanan CJH Selama di Tanah Suci

Jumat, 17 Apr 2026 13:11 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menjelang musim haji 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Tenaga Kesehatan Haji Kloter asal Kota Malang, memastikan telah…

Demi Jaga Stabilkan HET, Satgas Pangan Pasuruan Distribusikan 9,6 Ton MinyaKita ke Pedagang

Demi Jaga Stabilkan HET, Satgas Pangan Pasuruan Distribusikan 9,6 Ton MinyaKita ke Pedagang

Jumat, 17 Apr 2026 13:01 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Demi menjaga keterbatasan stok dan menstabilkan harga minyak MinyaKita, kini Satgas Pangan Pasuruan mendistribusikan 9.600 liter…

Agar Lebih Fokus Belajar, SRMP Larang Siswa Bawa Gawai ke Asrama dan Sekolah

Agar Lebih Fokus Belajar, SRMP Larang Siswa Bawa Gawai ke Asrama dan Sekolah

Jumat, 17 Apr 2026 12:49 WIB

Jumat, 17 Apr 2026 12:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Guna agar para siswa lebih fokus untuk belajar, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Pamekasan, Jawa Timur melarang semua siswa…