SURABAYAPAGI.COM, Borneo- Rexline Engineering Indonesia telah mengumumkan keberhasilan penyelesaian proyek yang secara teknis menantang bagi BP Borneo Prima, anak perusahaan IMR Resources yang berbasis di Swiss, di wilayah Bua di Kalimantan Tengah. Proyek ini melibatkan pembangunan tiga workshop dan satu warehouse, yang berlokasi strategis sekitar 125 kilometer dari Purukcahu, di wilayah yang dicirikan oleh tantangan logistik dan kendala lingkungan.
Ruang lingkup pekerjaan mengharuskan Rexline Engineering untuk merancang, membuat, dan membangun fasilitas di remote area, sehingga memerlukan solusi inovatif untuk mengatasi kendala yang signifikan. Di antara tantangan yang dihadapi adalah pemogokan pengiriman lokal, fluktuasi permukaan air di Sungai Barito, dan kompleksitas yang terkait dengan pengangkutan material ke lokasi terpencil.
Untuk mengatasi kendala logistik ini, Rexline menjalankan strategi transportasi multi-fase. Fabrikasi awal komponen proyek dilakukan di fasilitas canggih Rexline di Lamongan. Material fabrikasi kemudian diangkut melalui Landing Craft Tank (LCT) ke Banjarmasin. Namun, karena kekurangan solar yang menyebabkan pemogokan oleh perusahaan truk, Rexline terpaksa menyesuaikan metodologi pengirimannya. Perusahaan berhasil melakukan transisi dengan membongkar semua material struktur baja dari LCT (kapal tangki pengangkut) ke tongkang, diikuti dengan pengiriman langsung ke pelabuhan Bua di lokasi Borneo Prima. Respons yang gesit ini memastikan bahwa jadwal proyek tetap utuh meskipun ada gangguan eksternal.
Akhil Raj, Manajer Penjualan Global Rexline Engineering Indonesia, menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan lokal dan kemajuan teknologi. "Pendekatan kami tidak hanya berfokus pada penyediaan kesempatan kerja bagi warga Indonesia setempat, tetapi juga menekankan transfer teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup di wilayah tersebut," kata Raj. "Proyek ini merupakan bukti dedikasi kami terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengembangan kapasitas lokal."
Penyelesaian proyek Bua yang sukses diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional BP Borneo Prima secara signifikan, dengan menyediakan infrastruktur yang kuat untuk mendukung operasi pencucian batu bara di wilayah tersebut. Selain itu, proyek ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal dengan menciptakan lapangan kerja dan mendorong pengembangan keterampilan di kalangan tenaga kerja lokal.
Seiring dengan terus berkembangnya kehadiran Rexline Engineering Indonesia di Kalimantan Tengah, perusahaan tetap berkomitmen untuk memanfaatkan bakat lokal dan mendorong inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri yang lebih luas.
Untuk informasi lebih lanjut tentang Rexline Engineering Indonesia dan proyek-proyeknya yang sedang berjalan, silakan kunjungi https://rexlineengineering.com/ atau hubungi [email protected]. Can
Editor : Redaksi