Polisi Temukan Eko Purnomo, Pendemo yang Dilaporkan Hilang, di Kalimantan Tengah

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Eko Purnomo Demonstrans yang hilang dan ditemukan di Kalimantan dan berprofesi menjadi nelayan. jkt-04/gfr
Eko Purnomo Demonstrans yang hilang dan ditemukan di Kalimantan dan berprofesi menjadi nelayan. jkt-04/gfr

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta -  Polda Metro Jaya memastikan keberadaan Eko Purnomo, salah satu peserta aksi demonstrasi di Jakarta yang sebelumnya dilaporkan hilang. Ia ternyata berada di Kalimantan Tengah dan kini bekerja sebagai nelayan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi, menyampaikan bahwa Eko ditemukan di wilayah Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara.

“Eko Purnomo sudah dipastikan keberadaannya. Saat ini ia berprofesi sebagai penangkap ikan di perairan Kuala Jelai, Sukamara, Kalimantan Tengah,” ujar Ade Ary di Jakarta, Kamis (18/9).

Penelusuran terhadap Eko berawal dari informasi di media sosial yang menyinggung sejumlah orang hilang paska aksi unjuk rasa. Dari laporan itu, tim gabungan Posko Aduan Orang Hilang Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan.

Keterangan orang tua turut membantu pencarian. Diketahui sebelumnya Eko sempat memberi kabar bahwa dirinya berencana merantau ke Kalimantan. Namun setelah mengikuti aksi, ia tidak kembali ke rumah.

“Dari hasil analisis, tim mendapati Eko berada di Desa Kuala Jelai, Kecamatan Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara,” tambah Ade Ary.

Polisi kemudian melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan aparat setempat, termasuk Polsek Kuala Jelai, Polres Sukamara, serta Polda Kalimantan Tengah. Hasilnya, Eko memang bekerja sebagai nelayan di sana.

Selain Eko, polisi juga telah berhasil menemukan Bima Permana Putra, peserta aksi lain yang dilaporkan hilang. Bima ditemukan sehari sebelumnya di Malang, Jawa Timur, saat berjualan mainan barongsai di kawasan Klenteng Eng An Kiong.

Menurut data Kontras, terdapat empat nama yang dilaporkan hilang setelah aksi demonstrasi, yaitu Eko Purnomo, Bima Permana Putra, Reno Syachputra Dewo, dan Muhammad Farhan Hamid. Hingga kini, dua orang telah berhasil ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian. jkt-04/gfr

Berita Terbaru

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

SURABAYA- Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya guna memberikan dukungan moral…

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

‎ADA satu fakta dalam persidangan kesembilan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Sekilas mungkin terlihat sederhana, tetapi m…

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang menjadi sorotan setelah muncul dugaan dirinya…

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di…

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa gatal-gatal pada anak-anak, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui DLH setempat telah membatasi…