SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai upaya menekan laju inflasi menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, tengah gencar melakukan Gerakan Pasar Murah (GPM) di Desa Sumberejo dan akan bergilir di sejumlah daerah.
"GPM ini merupakan inisiasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun yang masif dilaksanakan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah, utamanya saat Ramadhan dan Idul Fitri 1446 Hijriah," ujar Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Muda, DKPP Kabupaten Madiun, Dewi Sariani Harahap, Jumat (21/02/2025).
Dalam kegiatan GPM sejumlah bahan pangan dijual dengan harga lebih murah dari pasaran karena mendapatkan subsidi dari pemkab. Terdapat sejumlah komoditas yang dijual murah dalam giat GPM tersebut. Di antaranya beras, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, dan banyak lainnya.
"Pada kegiatan ini kami memberikan intervensi, sehingga ada selisih dengan harga jual di pasar kisaran Rp 3.000 per kilogram, bahkan ada yang lebih untuk beberapa komoditas. Harapannya meningkatkan daya beli masyarakat dan menurunkan harga," kata dia.
Selain itu, juga terdapat sejumlah komoditas yang dijual murah dalam giat GPM tersebut. Di antaranya beras, telur ayam ras, gula pasir, minyak goreng, dan banyak lainnya.
Diketahui, untuk harga telur ayam mengalami kenaikan hingga mencapai Rp 27.500 per kilogram, dalam kegiatan GPM hanya dijual Rp 22.000 per kilogram. Kemudian, dalam GPM tidak menyediakan Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP). Hal tersebut mengacu kepada kebijakan Bapanas yang menggunakan beras penggilingan dengan harga RP 55.000 per kemasan 5 kilogram.
Sementara itu, gelaran Gerakan Pangan Murah di Madiun akan dilaksanakan selama tiga kali dalam sebulan, dengan lokasi yang berbeda-beda di seluruh wilayah Kabupaten Madiun.
"Semoga bisa menjangkau kebutuhan masyarakat, dan tentunya tepat sasaran menyediakan sembako dengan harga terjangkau," katanya. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu