SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya baca salah satu tujuan dibentuknya Danantara adalah ikut mendorong pertumbuhan ekonomi RI menuju target ambisius sebesar 8%.
Namun dengan jumlah aset masif yang dikelolanya itu, badan ini dinilai rawan jadi ladang korupsi jika tidak dikelola oleh orang yang berintegritas dan profesional. Sebab jika benar terjadi, kondisi ini tidak hanya merugikan negara tapi juga melanggar Asta Cita ke-7 terkait memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba.
Karena itu menurut saya, pengelolaan Danantara harus dilakukan dengan mematuhi prinsip-prinsip keterbukaan, bertanggung jawab, dan kehati-kehatian alias prudent.
Apalagi Presiden Prabowo sendiri mengatakan bahwa korupsi di Indonesia sudah mengkhawatirkan dan bertekad untuk memberantasnya. Oleh karena itu, Presiden harus menunjuk orang-orang yang punya integritas tinggi, jujur, profesional untuk memimpin Danantara.
Belum lagi menurut saya, saat ini masyarakat juga sudah pintar baik dalam mencari informasi ataupun tentang memahami kondisi ekonomi dalam negeri. Sehingga penting bagi pemerintah saat ini untuk mengelola Danantara sebaik mungkin.
Saya ingatkan kepada pemerintah bahwa masyarakat Indonesia itu sekarang sudah pintar, bisa mengakses informasi dengan sahih dari beragam kanal dan medsos. Bahkan Informasi-informasi yang ada, termasuk kejadian di masa lalu, akan membentuk ekspektasi ekonomi.
Sayangnya, ekspektasi ekonomi masyarakat saat ini dapat dikatakan tidak baik-baik saja yang terlihat dari tagar #kaburajadulu dan #IndonesiaGelap. Maka dari itu, pengelolaan Danantara nanti harus berdasarkan prinsip transparan, bertanggung jawab, prudent, dan dikelola oleh orang-orang berintegritas.
Selain mengingatkan prinsip tata kelola pemerintahan dalam mengurus Danantara, Putu juga menghimbau pemerintah untuk memperbaiki ekspektasi ekonomi masyarakat Indonesia melalui kebijakan efisiensi yang diimplementasi.
Menurut saya, ekspektasi ekonomi dapat memengaruhi perekonomian. Jika masyarakat berekspektasi ekonomi Indonesia baik-baik saja, maka akan terjadi spending yang meningkatkan permintaan akan barang dan jasa yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi.
Saran saya, pemangku kepentingan juga perlu mengkomunikasikan kebijakan-kebijakan dengan efektif dan jelas, serta jujur guna menjaga kepercayaan dan semangat optimisme ekspektasi ekonomi tadi. Komunikasi kebijakan yang efektif juga mendorong ekonomi yang lebih stabil. n rmc
*) Dalam keterangan resminya, yang diterima Surabaya Pagi, Senin (24/2/2025).
Editor : Moch Ilham