Harga Cabai di Ponorogo Naik Dua Kali Lipat, Tembus Tembus Rp 90 Ribu per Kilogram

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penjual cabai di pasar tradisional Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG
Ilustrasi. Penjual cabai di pasar tradisional Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Di momen bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mengalami kenaikan harga. Salah satunya yang ugal-ugalan adalah harga komoditas cabai dan bahan dapur lainnya.

Saat ini, harga bawang merah Rp 35 ribu dari sebelumnya Rp 25 ribu. Bahkan, harga cabai di Ponorogo naik dua kali lipat dari sebelumnya Rp 45 ribu kini tembus Rp 90 ribu.

Ketua Harian TPID Ponorogo Agus Pramono mengatakan, fluktuatif harga bahan pokok tersebut diduga seiring keterbatasan stok bahan imbas gagal panen di tingkat petani. 

Alhasil, pasokan yang masuk di pasaran Kabupaten Ponorogo minim hingga terlambat sampai ke tangan konsumen. Selain itu, tingginya ketergantungan kepada penyedia bahan makanan dari daerah lain memperburuk kondisi fluktuasi harga. 

“Di momen Ramadan ini, permintaan bapok juga tinggi,” kata Sekda Agus Pram, Kamis (13/03/2025).

Kondisi itu memaksa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) setempat segera menggelar high level meeting untuk menekan laju inflasi, pada Selasa 11 Maret 2025 lalu.

Sementara itu, terkait hasil rapat, direkomendasikan untuk segera menggelar operasi pasar dalam waktu dekat. Skema awal, operasi pasar jelang lebaran menyasar enam titik. Tidak hanya di pusat kota, namun menyebar hingga tingkat kecamatan.

"Kemungkinan nanti menyasar daerah pinggiran yang kita pandang berdampak agar lebih meringankan beban masyarakat. Mungkin nanti ke wilayah-wilayah desa, secepat mungkin dilakukan,” jelasnya.

Lanjut Agus Pram, untuk sejumlah komoditas tersedia dalam operasi pasar diantaranya seperti, beras, minyak, telur hingga gula, barang tersebut menjadi kebutuhan dasar warga.

Pihaknya berharap, melalui program gerakan pangan murah, dapat mampu menekan harga bapok di pasaran. "Nanti kami harapkan bisa menggandeng unsur lain, seperti Bulog, Disperdakum ataupun Dinsos-PPPA dan lainnya untuk membantu,” ungkapnya. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…