Kejagung Ungkap Draft Vonis Suap Hakim CPO, Dibaca Dulu oleh Pengacara Terdakwa

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ada perkembangan baru dalam kasus dugaan suap putusan crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar mengatakan, keterangan ini didapat dari saksi. Draft itu dikoreksi oleh tersangka Marcella Santoso (MS) yang menjadi advokat tersangka.

"Di mana dalam salah satu keterangan saksi menyatakan bahwa beberapa saat, beberapa waktu sebelum putusan pengadilan diputus di depan persidangan, WS (Wahyu Gunawan) selaku panitera telah memberikan draft putusan tersebut terhadap tersangka," kata Abdul Qohar dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa dini tadi, (22/4/2025).

Wahyu Gunawan sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus vonis lepas ekspor minyak goreng. Dia menjadi tersangka bersama 7 orang lainnya termasuk Ketua PN Jaksel Muhammad Arif Nuryanto (MAN) hingga hakim ⁠Djuyamto (DJU) selaku ketua majelis hakim.

Kembali lagi ke pernyataan Abdul. Dia mengatakan draft vonis tersebut kemudian dikembalikan setelah disesuaikan dengan pesanan dari tersangka. Namun saat penyidikan tersangka MS dan tersangka Junaedi Saibih (JS) yang juga merupakan advokat tak mengaku melakukan itu.

"Dalam hal ini Tersangka MS dan tersangka JS untuk dikoreksi apakah putusan itu sudah sesuai dengan yang diminta. Tapi di dalam fakta penyidikan, kedua tersangka itu tidak mengakui dan mengingkari fakta yang sesungguhnya," jelasnya.

Abdul Qohar menyimpulkan tindakan itu merupakan upaya merusak barang bukti. Selebihnya, mereka mengungkap informasi palsu selama penyidikan.

"Sehingga dapat disampaikan bahwa terhadap beberapa hal yang dilakukan tadi, maka termasuk unsur sengaja merusak bukti dalam perkara korupsi. Kedua juga masuk orang yang memberikan informasi palsu atau informasi yang tidak benar selama proses penyidikan," ungkapnya. erc/rmc

Berita Terbaru

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Perguruan tinggi di AS Perkuat Penggunaan Perangkat AI

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa ilmu komputer Jack Zemke tidak kunjung mendapatkan hasil meski telah mengirim ratusan lamaran pekerjaan yang sebagian besar…

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Nilai Tukar Rupiah Rp 18.000,-

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:05 WIB

SURABAYAPAGI.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan awal pekan ini, Senin (28/9/2026), dekati l…

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

CSR, Dibutuhkan Pembangunan Desa

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, menegaskan penyertaan dana CSR untuk berbagai program terkait pembangunan desa yang terarah sangat…

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Diluncurkan Sedan Aeris di Pasar India Rp 90 Juta

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 07:00 WIB

SURABAYAPAGI.com - Produsen otomotif Tata resmi meluncurkan sedan Aeris di pasar India. Untuk membuktikan kekuatan struktur bodi serta keamanan sistem CNG,…

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

IMF Akui Guncangan Ekonomi Global, Akibatkan Tingkat Utang Meningkat

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:56 WIB

SURABAYAPAGI.com - Lembaga keuangan yang berbasis di Washington mencatat negara-negara maju membayar bunga lebih dari US$ 3,3 triliun atas obligasi pemerintah…

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

NIAT JAHAT RADITYA TIDAK PERNAH DIURAIKAN JPU

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Selasa, 29 Sep 2026 06:50 WIB

Majelis Hakim Yang Mulia, Saya ini wartawan yang sangat sabar. Sejak saya rekam pengakuan Erik Wowor, di Lantai V Gedung Direskrimum Polda Jatim tanggal 23…