GWM Sebut Tren Teknologi Range-Extender (EREV) Sudah Kadaluarsa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
GWM Ora 07. SP/ JKT
GWM Ora 07. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini range-extender (EREV) sedang menjadi tren booming di kalangan otomotif. Pasalnya, sejumlah pabrikan otomotif China saat ini beramai-ramai dalam mengembangkan kendaraan ramah lingkungan, sehingga opsi tersebut masih di gandrungi.

Meski demikian, Great Wall Motor (GWM) memiliki pandangan lain. Senior Vice President GWM, Mu Feng mengatakan sistem ini disebut telah "kadaluarsa" dan menolak keras mengenai penggunaan teknologi tersebut.

"Kami lebih baik 'mati' daripada harus membuat kendaraan range-extender", kata Mu Feng, Minggu (27/04/2025).

Walaupun, tren booming mengatakan jika Sistem EREV bekerja seperti halnya kendaraan listrik (EV) murni lainnya, namun tetap mengandalkan mesin bensin sebagai generator tambahan untuk mengisi daya baterai.

Namun, Chairman GWM, Wei Jianjun juga mengatakan jika range-extender hanya bersifat 'sementara' dan tidak sesuai dengan strategi pengembangan jangka panjang perusahaan. Dan saat ini, GWM akan berfokus pada jalur teknologi hybrid dan listrik murni alih-alih menginvestasikannya ke kendaraan range-extender.

Diketahui, meski diklaim booming dan banyak digandrungi di dunia otomotif, teknologi range-extender nyatanya juga memiliki sejumlah kekurangan, termasuk ketergantungan pada fosil, kapasitas baterai yang kecil dengan jarak tempuh kurang jauh, lebih rendah efisiensi bahan bakar, hingga kinerja lebih rendah dari EV murni.

Sementara itu, saat ini, teknologi range-extender telah diadopsi oleh sejumlah brand dari China lainnya seperti BYD, Jetour, Geely, DFSK, Li Auto, hingga Neta. Dan tak hanya itu, pabrikan otomotif luar seperti Ford dan RAM berencana untuk merancang kendaraan truk pikap heavy-duty dengan mengandalkan sistem tersebut. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Kantor Imigrasi Blitar Deportasi Warga Negara Jepang, Imbas Overstay saat Urus Pemutakhiran Izin Tinggal

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi seorang Warga Negara Jepang (WNJ) berinisial MI setelah yang bersangkutan diketahui mengalami…