Rektor UNAIR Soroti Minimnya Perhatian Pemerintah terhadap Riset Kesehatan di Perguruan Tinggi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Mohammad Nasih beri sentilan terhadap pemerintah terkait vaksin asing. SP/ Achmad Adi 
Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Mohammad Nasih beri sentilan terhadap pemerintah terkait vaksin asing. SP/ Achmad Adi 

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Mohammad Nasih, menyoroti kurangnya perhatian dari pemerintah dan para pemangku kepentingan terhadap pengembangan riset kesehatan di lingkungan pendidikan tinggi.

Hal ini disampaikannya usai menghadiri agenda Pengukuhan Guru Besar ke-308 Universitas Airlangga, Rabu (22/5/2025). Ia menegaskan pentingnya peran aktif perguruan tinggi dalam menjawab tantangan kesehatan nasional melalui riset dan inovasi.

Prof. Nasih menilai, lemahnya dukungan terhadap riset dan keterlibatan perguruan tinggi dalam pengembangan vaksin nasional menyebabkan dominasi vaksin luar negeri di pasar Indonesia.

Salah satu contohnya adalah vaksin TBC M72 yang didanai oleh Bill Gates dan kini akan masuk ke Indonesia. Menurutnya, hal tersebut menjadi sinyal bahwa Indonesia masih kurang berperan dalam pengembangan vaksin dalam negeri.

“Seperti vaksin TBC, itu dinilai masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Jangan hanya menyalahkan kondisi tanpa bertindak. Kita harus terlibat dalam penyiapan SDM dan riset, agar tidak hanya jadi penonton di rumah sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tantangan di sektor kesehatan tidak bisa diselesaikan hanya dengan retorika. Dibutuhkan sinergi nyata antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi untuk melahirkan inovasi serta menyiapkan SDM unggul.

Sebagai institusi akademik dengan rekam jejak panjang di bidang kesehatan, UNAIR menegaskan bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah atau seminar semata.

Peran nyata, menurutnya, harus diwujudkan dalam bentuk aksi yang memberikan dampak langsung pada masyarakat. UNAIR sendiri siap mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem riset kesehatan yang kuat.

“Kalau kita tidak ambil peran, pihak lain yang akan melakukannya. Maka, mari kita berkontribusi sesuai kapasitas kita masing-masing,” pungkasnya. Dengan semangat tersebut, UNAIR mengajak seluruh sivitas akademika, mitra industri, hingga pemangku kebijakan untuk bersatu dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing global. ad

Berita Terbaru

DPR Bikin MBG Watch

DPR Bikin MBG Watch

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - “Kita sudah banyak dengar masukan, input, saran, dan ya terima kasih sudah mau secara gamblang sampaikan apa yang dirasakan dan dipelajari t…

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesta pecah setelah Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit kedua masa tambahan waktu dalam pertandingan di Atlanta, Amerika…

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Warga Buenos Aires, Rayakan Kemenangan Dikaitkan Malvinas

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:20 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kemenangan emosional Argentina, dirayakan secara masif di ibu kota Buenos Aires, karena dianggap sebagai pembalasan yang lebih dari sekadar…

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

SPANYOL UKIR ULANG FINAL 2010, MESSI PEMBEDANYA

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina akan diselenggarakan pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB akan datang.…

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

PEREBUTAN TEMPAT KETIGA, TETAP BERGENGSI

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Laga perebutan tempat ketiga akan mempertemukan Inggris melawan Perancis di Miami Stadium, Florida, pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat…

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat Berkah, Oknum Polisi Rekayasa Perkara

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:10 WIB

SURABAYAPAGI.com – POLISI atau oknum yang mencoba merekayasa perkara sering melupakan agamanya. Ini terkait manipulasi bukti, alibi palsu, atau skenario yang d…