Kendalikan Hama Tikus, Dispertan Banyuwangi Lepas Ratusan Burung Hantu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kelompok tani dibantu TNI saat memasang rumah burung hantu di lahan pertanian. SP/ BYW
Kelompok tani dibantu TNI saat memasang rumah burung hantu di lahan pertanian. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dalam rangka mengendalikan hama tikus yang kian merajalela, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Banyuwangi melepas 421 buruh hantu hasil budi daya para kelompok tani di area persawahan padi dengan tingkat populasi tikusnya tinggi.

Plt Kepala Dispertan Banyuwangi Ilham Juanda mengungkap, pihaknya bersama kelompok tani tidak hanya melepas ratusan burung hantu tersebut, namun juga memfasilitasi rumah burung hantu sebagai tempat transit.

"Ini cara alami untuk mengendalikan hama tikus, selain ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida, cara ini juga membantu pelestarian burung hantu yang ternyata sangat bermanfaat bagi petani," ujarnya, Selasa (03/06/2025).

Lebih lanjut, pelepasan burung hantu untuk pengendalian populasi tikus tersebut dilaksanakan serentak pada 10 kecamatan sentra padi di Banyuwangi, salah satunya di areal persawahan milik Kelompok Tani Gajah Tunggal, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Menurutnya, burung hantu mampu mendeteksi mangsa dari jarak jauh dan hewan ini juga mampu terbang cepat dan menyergap cepat tanpa suara. Bahkan, seekor burung hantu mampu memakan tikus antara 2-4 ekor per hari dan dapat membunuh tikus lebih dari 10 ekor per hari. 

"Dengan daya jelajah yang tinggi, sepasang burung hantu bisa melindungi 25 hektare tanaman padi sehingga sangat ekonomis," kata Ilham.

Untuk mendukung program ini, Pemkab Banyuwangi juga membangun fasilitas rumah burung hantu (rubuha) sebagai tempat transit dan berkembang biak. Hingga akhir Mei 2025, sudah terpasang 557 unit rubuha di seluruh kecamatan sentra padi.

“Rubuha ini penting agar burung hantu betah dan menetap di lokasi yang banyak tikusnya. Dengan begitu, populasinya terjaga dan ekosistem tetap seimbang,” ungkap Ilham.

Diharapkan adanya program tersebut, hama tikus yang selama ini meresahkan dapat diatasi dan hasil panen padi tahun ini pun kembali melimpah. Pasalnya, sebelum adanya burung hantu tersebut, para petani di Banyuwangi sudah gagal panen tiga kali karena serangan tikus. by-01/dsy

Berita Terbaru

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…