SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menindaklanjuti putusnya jembatan lama Dung Buceng di Desa Bangun RT 35 RW 03 di jalur Kecamatan Munjungan-Watulimo akibat diterjang banjir bandang beberapa waktu lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur mengusulkan pemasangan jembatan darurat tipe bailley untuk sementara waktu.
Upaya tersebut telah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), lantaran jika tidak segera ditindaklanjuti maka akan berdampak besar terhadap mobilitas dan distribusi sampah dari Munjungan ke Watulimo.
Lebih lanjut, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin menambahkan jika memang Menurutnya, jembatan yang ambruk itu menjadi jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat dan distribusi sampah lintas kecamatan. Meski jalur alternatif memang tersedia, namun hanya bisa dilewati kendaraan roda empat ke bawah. Sementara truk sampah roda enam tidak dapat melintas.
“Kami sedang mengidentifikasi kerusakan dan opsi penanganan tercepat. Salah satunya mengusulkan pemasangan jembatan bailley ke Pemprov Jatim agar akses bisa segera pulih. Nanti kami juga akan menyesuaikan anggaran, dan memprioritaskan untuk pemulihan infrastruktur akibat bencana,” ujar Mas Ipin, Senin (09/06/2025).
Sebagai informasi, peristiwa putusnya jembatan terjadi Rabu (04/06/2025) lalu sekitar pukul 22.00 WIB, setelah hujan deras mengguyur sejak sore. Sedangkan tiang penyangga bagian tengah roboh lebih dulu, disusul runtuhnya badan jembatan.
Sementara itu, untuk jalur alternatif melalui Desa Bendoroto ke arah Puthuk–Bangun bisa digunakan sementara, namun terbatas untuk kendaraan ringan. Sehingga, jika tidak segera ditangani, sampah dari Kecamatan dapat menumpuk dikarenakan akses pengangkutnya lumpuh total. tr-02/dsy
Editor : Desy Ayu