Wapres era Soeharto ini Ikut Bentuk Forum Purnawirawan Prajurit TNI Agar Negara Bisa Ditata Kembali
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Presiden ke-6 Try Sutrisno, turut hadir dalam Indonesia Defence 2025 Expo and Forum di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Kehadiran Try Sutrisno disapa Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya.
Prabowo hadir sekaligus membuka Indonesia Defence 2025 Expo and Forum. Prabowo menyapa satu per satu tamu yang hadir termasuk Try Sutrisno. Prabowo menyebut Try Sutrisno sebagai sesepuh TNI.
"Yang saya hormati dan saya banggakan wapres ke-6 RI dan sesepuh TNI Jenderal TNI (purn) Try Sutrisno," kata Prabowo, Rabu (12/6/2025).
Mantan Wakil Presiden Jenderal (Purn) Try Sutrisno mengaku dirinya menyetujui deklarasi Forum Purnawirawan Prajurit TNI menuntut pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, Try mengatakan ikut menandatangani deklarasi tersebut. Alasannya, ia menilai tindakan purnawirawan merupakan upaya penyelamatan bangsa. Ia menegaskan bahwa seluruh purnawirawan TNI dari berbagai matra kompak, termasuk purnawirawan kepolisian. Menurut Try, mereka ingin supaya negara bisa ditata kembali.
“Anda lihat isinya. Itu semua masalah pokok semua. Itu semua masalah berat. Kalau saudara orang Indonesia baca itu, kalau ini enggak diberesin, rusak negara,” kata Try Sutrisno seperti dikutiip dari Tempo, pada Kamis, (1/5/ 2025).
Wapres dari Golongan Militer
Try Sutrisno sendiri adalah Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia saat mendampingi Presiden Soeharto, tepatnya pada 1993-1998.
Ia lahir pada 15 November 1935 di Surabaya. Try termasuk salah satu Wakil Presiden Indonesia yang berasal dari golongan militer.
Try Sutrisno kemudian diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) ada 1956.
Penampakan Garda Nasional AS Tangkap Demonstran di LA, Paksa Masuk Bus Tahanan Ia lahir pada 15 November 1935 di Surabaya, Jawa Timur dan termasuk salah satu Wakil Presiden Indonesia yang berasal dari golongan militer.
Try Sutrisno kemudian diterima menjadi taruna di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) ada 1956. Adapun Try Sutrisno sudah mengenal Pak Harto di masa Operasi Pembebasan Irian Barat pada 1962. Singkat cerita pada 1974, ia terpilih menjadi ajudan Presiden Soeharto. Menjadi Wakil Presiden Pada Agustus 1985, pangkat Try Sutrisno naik menjadi Letnan Jenderal TNI sekaligus diangkat menjabat Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) saat itu Jenderal TNI Rudhini. Tak lama menjabat sebagai Wakasad, pada Juni 1986 atau sepuluh bulan sejak diangkat menjadi Wakasad, Try pun kemudian diangkat menjadi KSAD menggantikan Rudhini.
Selanjutnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) periode 1992-1997 memilih Try Sutrisno menjadi Wakil Presiden mendampingi Soeharto melalui Sidang Umumnya pada 1993. Pada 1998 tugasnya sebagai wakil presiden berakhir dan digantikan oleh BJ. Habibie dalam Sidang Umum MPR. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham