SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Puluhan pengusaha kecil menengah (UKM) asal Kota Balikpapan, Kalimantan Timur menimba ilmu cara membuat sandal hotel bermotif batik di Sentra IKM Batik Kota Mojokerto.
Pelatihan selama tiga hari tersebut, mendapat kunjungan langsung Walikota Mojokerto Ika Puspitasari beserta anggota Komisi II DPRD Kota Balikpapan, Suwanto.
Kepada Surabaya Pagi, Walikota yang akrab disapa Ning ita ini mengaku bangga Kota Mojokerto menjadi lokus studi tiru UKM Kota Balikpapan.
"Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi kami, karena banyak daerah lain yang berkunjung ke kota kita untuk menimba ilmu," ungkapnya, Jumat (20/6/2025).
Ning Ita juga menjelaskan Kota Mojokerto memiliki sentra usaha sepatu dan sudah bekerjasama dengan berbagai daerah. Bahkan, sepatu buatan Kota Mojokerto sudah melanglang buana di jagat ekspor luar negeri.
"Kita sudah memiliki sentra IKM alas kaki lengkap dengan mesin produksi canggih. Sentra ini untuk meningkatkan produktivitas, sekaligus mendorong daya saing produk alas kaki asli Kota Mojokerto," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan, kedatangan para pelaku UKM dari Kota Balikpapan memang untuk belajar membuat sandal hotel dengan motif batik.
Kegiatan tersebut, katanya, merupakan tindak lanjut Rakernas XVII APEKSI tahun 2024 di Balikpapan beberapa waktu lalu.
Dari Rakernas APEKSI tersebut ada interaksi antar pemerintah kota kemudian ada komunikasi mengenai produk unggulan.
Kota Mojokerto yang mempunyai produk unggulan sepatu ternyata menarik minat pengusaha UKM di Kota Balikpapan untuk mengetahui proses pembuatan alas kaki di Mojokerto.
‘’Kami tunjukkan berbagai produk sepatu dari sentra usaha sepatu di Mojokerto. Teman-teman pengusaha UKM di Balikpapan tertarik, kemudian mereka melakukan kunjungan sekalian berlatih cara maupun teknik pembuatan sepatu,’’ katanya.
Terpisah, saalah satu pengusaha UKM dari Balikpapan, Lina, mengatakan sangat tertarik dengan produk sandal hotel buatan perajin sepatu Kota Mojokerto.
"Kami disini selama 3 hari khusus untuk belajar membuat sandal hotel dengan motif batik. Sebenarnya waktu 3 hari masih kurang, tapi nanti kami akan berusaha menyesuaikan sebaik mungkin agar benar-benar bisa membuat sandal hotel,’’ katanya.
Di Balikpapan saat ini sudah banyak dibangun hotel baru seiring dengan pembangunan yang ada di Balikpapan. Hal itu membuka banyak peluang bagi para pelaku UKM di Kota Balikpapan untuk mengisi atau melengkapi kebutuhan hotel.
‘’Nanti sebagai tahap awal, kami bisa dikirim bahan dari Mojokerto dan kami kerjakan di Balikpapan, seperti membuat pola, model sampai jadi sandal hotel dengan motif batik. Atau sebaliknya, kami kirim kain batik dari Balikpapan untuk dikerjakan di Mojokerto,’’ tambahnya.
Hal senada disampaikan Oki, pengusaha UKM di Kota Balikpapan yang juga mengikuti pelatihan pembuatan sandal hotel dengan motif batik.
Kebetulan Oki mempunyai usaha laundry yang sudah menjadi langgaran hotel-hotel di Balikpapan.
‘’Ini peluang baru bagi kami. Karena sebelumnya kami sempat memiliki perangkat pembuatan sepatu tapi belum bisa memanfaatkan karena belum menguasai teknik pembuatan sepatudengan baik,’’ pungkasnya. Dwi
Editor : Redaksi