SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng jajaran Kepolisian dan TNI untuk menggelar sweeping terhadap para remaja yang masih berkeliaran melewati jam malam. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, 3 Juli 2025.
Langkah ini diambil sebagai bentuk respons atas maraknya aktivitas remaja di malam hari yang dinilai mulai mengarah pada hal-hal negatif dan berisiko. Pemerintah kota ingin memastikan keamanan dan kenyamanan di ruang-ruang publik tetap terjaga.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa dirinya tidak tinggal diam. Ia akan memimpin langsung pelaksanaan sweeping tersebut bersama Kapolres Surabaya dan Komandan Kodim 0830/Surabaya.
"Nanti malam kita akan turun ke seluruh wilayah dengan jajaran Polres dan Dandim," ujar Wali Kota Eri.
Kegiatan sweeping ini akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya remaja di malam hari, seperti taman kota, jalan-jalan protokol, dan beberapa titik rawan pelanggaran lalu lintas.
Wali Kota Eri berharap melalui operasi ini, bisa menekan kebiasaan remaja yang nongkrong hingga larut malam, termasuk yang kerap melakukan pelanggaran seperti berboncengan tiga tanpa helm atau pacaran hingga tengah malam.
"Moga-moga, tidak ada yang pacaran sampai jam 10 lebih di taman, tidak ada yang boncengan 3 tidak memakai helm, ini kan kegiatan yang negatif, kalau ada yang seperti itu akan kita pegang dan hantarkan ke orang tuanya," tuturnya.
Menurut Eri, pembinaan akan menjadi pendekatan awal sebelum tindakan hukum lebih lanjut. Para pelanggar akan diserahkan ke orang tua sebagai bentuk edukasi dan pengawasan dari pihak keluarga.
Dengan keterlibatan langsung kepala daerah dan aparat keamanan, Pemkot berharap langkah ini dapat menjadi efek jera sekaligus pengingat bagi seluruh warga agar bersama-sama menjaga ketertiban malam di Kota Pahlawan. Ad
Editor : Moch Ilham