Manifes Kapal KMP "Tunu Pratama Jaya" Rancu, Disorot Basarnas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

BMKG: Insiden di Ketapang - Gilimanuk, Cuaca Normal, Gelombang Lampaui Batas

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Hingga hari kelima pencarian, Senin (7/7) malam, dari total 65 penumpang dan awak kapal KMP Tunu Pratama Jaya, sebanyak 38 orang di antaranya sudah ditemukan.

Dari 38 korban yang ditemukan, 8 orang di antaranya dalam kondisi meninggal dunia, kemudian 30 orang selamat. Sedangkan 27 lainnya masih dalam pencarian.

Hari Senin sore (7/7) Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan kondisi cuaca saat insiden tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dalam kondisi normal. Namun, Dwikorita mengatakan gelombang arus saat itu melampaui batas.

Hal itu disampaikan Dwikorita saat rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/7/2025). Mulanya, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mempertanyakan kondisi cuaca saat peristiwa tenggelamnya KMP Tunu Jaya.

Dikonfirmasi soal dugaan penumpang yang tak terdaftar dalam manifes KMP Tunu Pratama Jaya, Tim SAR gabungan mengaku juga masih menelusuri hal itu.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno mengatakan pihaknya sudah membuka pendataan melalui posko terpadu untuk menampung laporan masyarakat."Bagi keluarga yang tidak pulang ataupun hilang yang diduga mungkin ada di atas kapal untuk melapor. Ya, Posko yang kita buka. Sejauh ini Posko sedang mendata," kata Ribut, Minggu (6/7) malam.

Sinkronisasi data dari Posko dan pihak pengelola kapal akan menjadi acuan bagi SAR Mission Coordinator (SMC) untuk menentukan langkah berikutnya. Namun hingga kini, Ribut belum dapat menyampaikan angka pasti karena proses pendataan masih berlangsung."Sehingga sinkronisasi data Posko dengan pihak pengelola nanti akan memberikan data tersebut kepada SMC. Kira-kira diduga berapa? Itulah yang akan bisa saya sampaikan ke media. Untuk ini saya belum bisa karena belum adanya data tersebut di tangan saya. Mereka masih mengumpulkan sebanyak mungkin," lanjut Ribut.

Dalam proses evakuasi, Basarnas juga melakukan pencocokan antemortem terhadap korban yang telah ditemukan, guna memastikan identitas dan keterkaitannya dengan manifes kapal.

"Kita juga harus cek antemortem. Sesuai tidak? Nanti saya harus cek juga adakah dia dalam manifest atau tidak? Kalau ada bagaimana? Kalau tidak ada bagaimana? Di situlah data antemortem yang dikumpulkan oleh rekan-rekan kepolisian melalui dokpolnya," jelasnya.

 

Kerancuan Data Manifes Penumpang

Sebelumnya kerancuan data manifes penumpang KMP Tunu Pratama Jaya ini juga jadi perhatian Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi.

"Baik, mengenai manifes, tadi seperti juga disampaikan oleh Basarnas dalam rapat evaluasi. kita akan melakukan konfirmasi ulang. Apakah memang ada penumpang yang tidak tercatat. Kemudian juga apakah ada penumpang yang selamat tapi tidak melaporkan," kata Dudy saat konferensi pers di Pelabuhan Ketapang, Kamis (3/7) malam.

KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali Rabu (2/7) malam.

Petugas jaga Syahbandar melihat kapal tenggelam sekitar Pukul 23.35 WIB. Posisi terakhir kapal terlihat di perairan Selat Bali pada koordinat _8° 9'32.35"S 114°25'6.30.

 

WNA Malaysia, tak Masuk Manifes

Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia, Fauzi Bin Awam, diduga jadi salah satu korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Namun namanya juga tak masuk dalam data manifes penumpang kapal tersebut.

Istri Fauzi, Yatini, mencari keberadaan suaminya di Posko SAR di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Yatini mengatakan, suaminya berangkat menggunakan jasa travel dari Kecamatan Genteng, Banyuwangi, menuju Bali.

Suaminya hendak pulang ke Malaysia menggunakan pesawat melalui Bandara Ngurah Rai, Bali. Menurutnya, Fauzimenaiki KMP Tunu Pratama Jaya untuk menyeberang Selat Bali.

"Suami saya sebagai penumpang travel, dari Genteng, Banyuwangi mau ke Bandara Ngurah Rai, Bali. Dia mau ke Malaysia, dia asli orang Malaysia," kata Yatini di Pelabuhan Ketapang, Jumat (4/7).

Namun saat dicari,suaminya tidak masuk dalam data manifest 53 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya. Sepengetahuannya, hanya sopir travel yang terdata dalam data manifest.

"Nama suami saya Fauzi Bin Awam. Dia tidak masuk dalam data manifest. Hanya sopirsaja [yang terdata]," ucapnya.

Kini Yatini hanya bisa pasrah menunggu kabar baik datang padanya. Ia berharap, sang suami ditemukan dalam keadaan apapun. n wy/bw/rmc

Berita Terbaru

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

PDIP Bergeser dari Isu Politik ke Lingkungan

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:51 WIB

Dalam Rakernas Ke-53, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri Undang Rocky Gerung             SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dalam peringatan HUT PDI Perju…

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

KPK Ungkap Transaksi Rugikan Negara Rp 75 Miliar oleh Kepala KPP Madya Jakarta Utara

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:46 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Akhirnya KPK tetapkan lima tersangka terkait operasi tangkap tangan pejabat pajak di Jakarta Utara (Jakut). Salah satu tersangka…

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Pidato Eks Menag Ajak Perangi Korupsi Viral di Medsos

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Beberapa hari ini sebuah video beredar luas di media sosial. Video yang memperlihatkan eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat…

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Tommy Soeharto, Bakal Punya Menantu DJ

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tata Cahyani mencuri perhatian di prosesi siraman putranya bersama Tommy Soeharto, Darma Mangkuluhur, Jumat lalu. Ia mengenakan…

Ayatollah Khamenei Digoyang Demo, Putra Shah Iran Provokasi

Ayatollah Khamenei Digoyang Demo, Putra Shah Iran Provokasi

Minggu, 11 Jan 2026 19:38 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Sudah dua minggu ini ada demo besar-besaran yang melanda negara Iran. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS siap…

Yakobus 4:7

Yakobus 4:7

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

Minggu, 11 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - "Tunduklah kepada Allah. Lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu". Karena itu, pendeta saya mengajak tunduklah kepada…