Dodge Hornet 2026 Tunda Produksi Gegara Tarif Impor dan Penjualan Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dodge Hornet. SP/ JKT
Dodge Hornet. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Stellantis, perusahaan induk Dodge, telah mengonfirmasi penundaan produksi model Dodge Hornet 2026 yang sebagian besar disebabkan oleh dampak tarif impor yang baru diberlakukan oleh pemerintahan Trump sebesar 25 persen pada mobil-mobil yang diimpor, Minggu (20/07/2025).

Hal itu karena diproduksi di luar Amerika Serikat, Hornet dikenakan tarif impor yang signifikan, membuatnya kurang kompetitif di pasar. Juru bicara Stellantis menyatakan bahwa penundaan produksi ini adalah untuk "terus menilai efek kebijakan tarif AS."

Selain itu, penundaan ini juga datang di tengah kondisi penjualan Dodge Hornet yang kurang memuaskan. Meskipun pada tahun 2024 berhasil menjual 20.559 unit, angka penjualan Hornet mengalami penurunan drastis pada kuartal kedua tahun ini.

Data menunjukkan bahwa penjualan Hornet pada kuartal pertama 2025 hanya mencapai 4.108 unit, turun dari 7.419 unit pada periode yang sama tahun 2024. Penurunan yang lebih parah terjadi pada kuartal kedua 2025, di mana hanya 1.539 unit yang terjual, anjlok 64 persen dibandingkan 4.299 unit pada kuartal kedua tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, penjualan Hornet sepanjang paruh pertama tahun ini menurun 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meskipun demikian, Hornet masih menjadi model Dodge terlaris kedua saat ini. Hal ini terjadi karena penjualan Charger Daytona listrik masih lambat, Challenger telah dihentikan produksinya setelah model tahun 2023, dan Charger Sixpack bertenaga bensin belum resmi diluncurkan sebagai pengganti Charger versi sebelumnya.

Dodge Hornet bukanlah model Dodge pertama yang menghadapi tantangan terkait tarif. Sebelumnya, Dodge juga mengurangi jajaran Charger Daytona menjadi hanya varian Scat Pack, menghapus model dasar R/T untuk tahun 2026 karena penjualan mobil otot listrik buatan Kanada tersebut tetap lesu.

Belum ada konfirmasi dari Dodge apakah penundaan ini berarti model tahun 2026 akan dilewati sepenuhnya atau ada kemungkinan produksi Hornet 2026 akan dilanjutkan di kemudian hari. Situasi ini menyoroti bagaimana kebijakan tarif dapat secara signifikan mempengaruhi strategi produksi dan penjualan produsen otomotif global. jk-03/dsy

Berita Terbaru

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 30 penyedia makan minum melakukan penandatanganan kontrak payung harga konsolidasi bersama Pemerintah Kota …

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan…

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak…

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim…

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

"Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Pelaku Pelanggaran Privasi Grup K-Pop Dihukum Rp 350 Juta

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelaku pelanggaran privasi terhadap grup K-Pop paling populer sedunia itu kini dihukum penjara. Pelaku pelanggaran privasi grup…