SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Lotus terus bergerak maju berinvestasi dalam teknologi dan pengembangan model baru beralih ke masa depan yang lebih elektris, usai produsen otomotif China, Geely Holding, mengakuisisi mayoritas saham Lotus pada 2017, Minggu (07/09/2025).
Diantaranya dengan memperkenalkan model-model baru seperti SUV listrik Eletre dan sedan listrik Emeya. Namun, Lotus juga tetap berkomitmen pada warisan mobil sport mereka, dengan produksi model terakhir yang sepenuhnya bermesin bensin, yaitu Emira, dan rencana untuk beralih ke teknologi hybrid.
Selain itu, model V6 Emira juga akan mendapatkan pembaruan sebagai bagian dari facelift yang dijadwalkan untuk memenuhi regulasi emisi Euro 7 pada tahun 2027. Langkah ini menunjukkan adaptasi strategis perusahaan untuk tetap relevan di pasar yang terus berubah.
CEO Lotus, Feng Qingfeng, menyatakan bahwa model Emira akan mengadopsi teknologi 'Hyper Hybrid' yang sebelumnya dijadwalkan untuk SUV Eletre. Di sisi lain, Emira empat silinder Turbo yang menggunakan mesin Mercedes-AMG tampaknya akan dihentikan produksinya seiring dengan pembaruan ini, menyusul pernyataan Lotus sebelumnya bahwa mesin V6 Toyota yang saat ini digunakan tidak dapat ditingkatkan untuk memenuhi regulasi baru tersebut.
Pengembangan teknologi PHEV pada Emira merupakan hasil dari kerja sama yang lebih erat antara divisi Lotus Technology yang berbasis di China dan Lotus Cars di Inggris. Feng menegaskan kembali komitmennya terhadap operasi di Inggris, yang sebelumnya diguncang oleh rumor (yang kemudian dibantah) bahwa Lotus ingin memindahkan produksi ke luar negeri.
Keputusan Lotus untuk tetap berkomitmen pada masa depan Emira disambut dengan kelegaan oleh para pekerja yang tersisa di pabrik Hethel, Norfolk. Kini, Lotus tengah fokus ke teknologi PHEV dinilai dilakukan setelah penjualan SUV listrik Eletre dan sedan listrik Emeya tidak mencapai target ambisius. Hal ini mengindikasikan keengganan pembeli mobil mewah untuk beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu