SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin menyampaikan permohonan maaf karena belum bisa mengoptimalkan perbaikan infrastruktur jalan lantaran imbas minimnya penerimaan pajak daerah dalam pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Koperasi Serba Usaha (KSU) Sumber Makmur, Desa Masaran, Kecamatan Munjungan.
Dalam kesempatan itu, ia beberapa kali mengucapkan permintaan maaf kepada masyarakat, karena menyadari dalam masa kepemimpinan yang memasuki periode kedua ini masih banyak kekurangan.
Salah satu isu hangat yang diungkapkan adalah penerimaan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) Trenggalek yang dalam setahun hanya sekitar Rp 22 miliar. Jumlah tersebut sangat jauh dari kebutuhan untuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah Trenggalek.
Sehingga, Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu mengatakan, PBB-P2 yang diterima pemerintah sebesar Rp 22 miliar, tetapi dana itu juga harus digunakan untuk penanganan bencana alam.
“Kondisi jalan kami kemarin terdampak bencana alam. Saat ini membutuhkan anggaran sampai Rp 300 miliar," ungkapnya, Minggu (14/09/2025).
Dengan kondisi tersebut, Mas Ipin meminta restu masyarakat untuk mencari jalan alternatif pembiayaan. Dia berharap perbaikan jalan bisa segera dilakukan sesuai harapan warga. Karena nantinya, ketika jalan sudah baik dan dilintasi kendaraan berplat nomor luar Trenggalek, justru bukan warga Trenggalek yang merasakan manfaatnya.
Oleh karena itu, Mas Ipin berharap warga yang masih memiliki kendaraan berplat luar Trenggalek dapat melakukan balik nama. Pemkab juga telah menyiapkan kebijakan bebas biaya balik nama hingga akhir Desember 2025, disertai undian berhadiah sepeda motor yang akan diundi pada malam pergantian tahun. Selain itu juga ada undian berhadiah serupa bagi pemilik kendaraan motor yang melakukan mutasi kendaraan ke Trenggalek.
“Biaya balik nama gratis ini berlaku sampai dengan akhir Bulan Desember nanti,” terang Mas Ipin. tr-01/dsy
Editor : Desy Ayu