Ponpes Al Khoziny, Sudah Berusia 125 Tahun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bekas lokasi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, setelah proses evakuasi dan pembersihan puing-puing dilakukan oleh tim gabungan Basarnas dan BNPB.
Bekas lokasi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, setelah proses evakuasi dan pembersihan puing-puing dilakukan oleh tim gabungan Basarnas dan BNPB.

i

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap data ponpes yang memiliki izin persetujuan bangunan gedung hanya 51 dari sekitar 42 ribu yang tersebar di Indonesia. Sebagian besar ponpes tak memiliki izin atau tak diketahui kualitas bangunannya.

Tercatat di Kementerian Pemberdayaan Masyarakat,

Ponpes Al Khoziny yang Roboh Berusia 125 Tahun. Dan kini alami Keterbatasan Anggaran".

"Kayaknya sebagian besar nggak berizin. Yang te-record di sistem PBG kita hanya 51 yang berizin," kata Dody seusai pertemuan dengan Cak Imin di Kementerian PU, kemarin.

Pondok Pesantren Al Khoziny didirikan oleh KH Raden Khozin Khoiruddin, yang akrab disapa Kiai Khozin Sepuh, sekitar tahun 1915 hingga 1920 Masehi. Beberapa sumber lain juga menyebutkan tahun pendirian antara 1926 atau 1927, namun pengasuh saat ini, KHR Abdus Salam Mujib, menyatakan pesantren telah ada sekitar tahun 1920 berdasarkan catatan santri pertama dan cerita tutur dari alumni sepuh.

Nama pesantren ini diambil dari nama pendirinya sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan dedikasinya dalam mengembangkan pendidikan Islam.

Sebelum mendirikan Ponpes Al Khoziny, Kiai Khozin Khoiruddin pernah mengasuh salah satu pondok pesantren di Siwalan Panji. Awalnya, pondok di Buduran ini dibangun sebagai kediaman bagi putranya, KH Moch Abbas, yang baru kembali dari menuntut ilmu di Makkah selama kurang lebih sepuluh tahun.

Lokasinya yang strategis di Jalan KHR Moh Abbas I/18, Desa Buduran, Sidoarjo, membuat pesantren ini lebih dikenal dengan sebutan Pesantren Buduran.

Kiai Khozin dikenal sebagai ulama karismatik dan sosok pendidik yang berpengaruh besar di Jawa Timur. Beliau lahir sekitar tahun 1875 di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, dengan nama lengkap KH Moch Khozin bin Kiai Khoiruddin bin Ghazali bin R Mustofa. Ketekunan dan ketawaduannya saat menimba ilmu di Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah Buduran pada tahun 1895 membuat KH Ya'qub, pengasuh pesantren tersebut, menjodohkannya dengan putrinya, Siti Fatimah.

 

Terlalu Anggap Enteng

Dody menjelaskan, masalah minimnya pesantren yang memiliki izin PBG karena terlalu menganggap enteng. Padahal izin ini penting untuk memastikan kelayakan bangunan untuk digunakan.

"Ya mungkin karena pesantren itu kan suka dari santri untuk santri, jadi mereka menganggap nggak perlu izin. Padahal izin itu untuk meyakinkan bahwa yang dibangun itu sesuai dengan normanya, kualitas kolom, kualitas struktur, dan seterusnya," ungkap dia.

Di sisi lain, banyak ponpes yang letaknya jauh dari perkotaan. Hal ini membuat kesadaran membuat PBG masih minim.

"Pengurusan izin PBG ya saya pikir juga begitu. Karena biasanya kan urusan PBG, IMB, itu kan hanya di kota besar ya. Di kota yang kecil-kecil mungkin mereka nggak terlalu aware soal itu," katanya.

Dody menyebut Pesantren Tebuireng di Jawa Timur jadi contoh baik soal perizinan dan kualitas bangunannya. Tak hanya soal pendidikannya, Tebuireng juga punya bangunan modern.

"Kayak Tebuireng itu kan bagus-bagus. Kan memang ada pondok pesantren yang sangat modern, nah itu memang bagus dan ada ya tapi itu hanya sebagian kecil, sebagian besarnya kan sangat terbatas," ucapnya. n erc/rmc

Berita Terbaru

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Jadi Alarm bagi Ketahanan Pangan, Harga Gabah di Magetan Nyaris Rp9 Ribu per Kg

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Baru-baru ini, harga komoditas gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, sedang berada di level tinggi. Gabah kering giling (GKG)…

Peringati HUT ke 81 RI di Jawa Timur, PLN Jaga Pasokan Listrik Tanpa Kedip di Jawa Timur

Peringati HUT ke 81 RI di Jawa Timur, PLN Jaga Pasokan Listrik Tanpa Kedip di Jawa Timur

Selasa, 18 Agu 2026 15:30 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:30 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sukses menjaga keandalan pasokan listrik tanpa kedip dalam puncak peringatan H…

Waspada Air Liur Tikus, Dinkes Bondowoso Gencar Edukasi Bahaya Hantavirus

Waspada Air Liur Tikus, Dinkes Bondowoso Gencar Edukasi Bahaya Hantavirus

Selasa, 18 Agu 2026 15:27 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Guna meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan tikus, termasuk hantavirus yang belakangan ramai diperbincangkan,…

Dukung Akses Warga, 7 Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso Rampung 100 Persen

Dukung Akses Warga, 7 Jembatan Perintis Garuda di Bondowoso Rampung 100 Persen

Selasa, 18 Agu 2026 15:08 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Sebanyak tujuh dari 12 Jembatan Perintis Garuda yang direncanakan dibangun di Kabupaten Bondowoso, kini telah rampung 100 persen.…

Serapan APBD Kota Madiun Baru 45 Persen, DPRD Bakal Awasi Progres Serapan 

Serapan APBD Kota Madiun Baru 45 Persen, DPRD Bakal Awasi Progres Serapan 

Selasa, 18 Agu 2026 15:06 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:06 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Serapan Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) 2026 masih berkisar 45 persen, menyikapi hal tersebut DPRD Kota Madiun bakal men…

Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Pemkot Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Alun Alun Kota Blitar

Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke-81, Pemkot Kibarkan Sang Saka Merah Putih di Alun Alun Kota Blitar

Selasa, 18 Agu 2026 15:03 WIB

Selasa, 18 Agu 2026 15:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tepat tanggal 17 Agustus 2926, detik detik upacara peringati HUT.Kemerdekan RI ke 81 di Alun Alun Kota Blitar, begitu khidmad dan…