Usai Gagal Bawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026. Padahal Alokasi APBN untuk Pembiayaan Timnas Garuda sebesar Rp 277 Miliar
SURABAYAPAGI.COM, Jeddah - Dua kekalahan dari Arab Saudi dan Irak, membuat perjalanan panjang Skuad Garuda ke Piala Dunia, akhirnya terhenti Piala Dunia 2026. Tim Garuda kalah 0-1 lewat gol Zidane Iqbal di menit ke-76. Hasil ini membuat Indonesia menghuni dasar klasemen Grup B dengan nol poin. Seluruh pertandingan sudah dijalani dan Indonesia mengubur mimpi ke Piala Dunia 2026.
Timnas Indonesia dipastikan gagal ke Piala Dunia 2026. Jay Idzes, dkk, menantikan percobaan lainnya menuju Piala Dunia 2030.
Dari tayangan televisi, pelatih Patrick Kluivert terlihat tak kuasa menahan emosinya, atas kekalahan dari Irak. Ia dua kali memukul bangku cadangan, seolah tak percaya bahwa perjuangan keras timnya harus berakhir dengan kekalahan.
Beberapa saat kemudian, Kluivert tampak mengelap wajahnya dengan handuk. Mantan pelatih Timnas Curacao itu terlihat sangat terpukul, matanya berkaca-kaca, menandakan betapa dalam rasa kecewanya atas hasil yang tak sesuai harapan tersebut.
Gaji Bulanan Kluivert
Berdasarkan laporan Antara pada 13 Januari 2025, gaji Kluivert diperkirakan berada di kisaran Rp 1,3 miliar hingga Rp 1,5 miliar per bulan, yang berarti total sekitar Rp 18 miliar per tahun.
Dengan demikian, selama dua tahun kontraknya, Kluivert diperkirakan akan mendapatkan total Rp 36 miliar. Angka ini lebih rendah dibandingkan gaji Shin Tae-yong yang pernah mencapai Rp 1,9 miliar per bulan atau Rp 23,6 miliar per tahun pada periode kontraknya yang kedua.
Sementara itu, media olahraga Turkiye, Zpor, melaporkan bahwa klub yang sebelumnya dilatih Kluivert terkena sanksi FIFA berupa larangan transfer selama tiga musim karena gagal membayar utang sebesar 142.000 Euro, setara dengan Rp 2,3 miliar, kepada pelatih tersebut. Hal ini memunculkan spekulasi bahwa Kluivert menerima gaji bulanan sekitar 142.000 Euro di klub tersebut. Namun, PSSI belum memberikan pernyataan resmi mengenai angka pasti gaji Kluivert.
Kontraknya dengan PSSI berlangsung selama dua tahun, dengan opsi perpanjangan dua tahun, dan target utama adalah membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Langkah Garuda Terhenti
Rasa kecewa mendalam menyelimuti skuad Timnas Indonesia setelah peluit panjang tanda berakhirnya laga melawan Irak dibunyikan oleh wasit asal China, Ma Ning.
Hasil pahit 0-1 di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Minggu (12/10/2025) dini hari WIB, memastikan langkah Garuda terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Laga hidup mati di Grup B itu menjadi akhir dari perjuangan panjang Jay Idzes dan kolega. Ketika peluit berbunyi, ekspresi para pemain dan tim pelatih mencerminkan betapa besar rasa frustrasi dan kesedihan mereka atas kegagalan ini.
Momen Hangat Ketika Gelandang Irak Ali Jasim Hibur Thom Haye Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026.
Ada kontroversi 3 Kartu Merah dari Wasit Ma Ning untuk Timnas Indonesia Usai Lawan Irak, Siapa Saja yang Kena?
Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, tampak tak kuasa menahan air mata. Pemain Persib Bandung itu menangis keras di lapangan, menutupi wajahnya dengan jersei merah yang ia kenakan.
Di sisi lain, striker Ole Romeny hanya bisa terbaring di atas rumput sambil menatap kosong. Gelandang Irak, Zidane Iqbal, bahkan sempat menghampiri untuk mencoba menenangkan pemain berusia 25 tahun tersebut.
Ramadhan Sananta juga tampak duduk lesu di pinggir lapangan, sementara Jay Idzes terlihat berusaha menenangkan Thom Haye yang masih larut dalam kesedihan mendalam.
Tak Minta Bayaran
Seorang pengurus PSSI yang dihubungi Minggu (12/10) mengakui untuk memperkuat Timnas Indonesia di kancah internasional, PSSI telah mengambil tindakan strategis untuk naturalisasi pemain sepak bola Indonesia.
Meskipun prosesnya melibatkan banyak persyaratan dan biaya, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi prestasi sepak bola nasional.
Dengan adanya pemain-pemain naturalisasi yang memiliki kemampuan unggul, peluang Indonesia untuk tampil lebih kompetitif di panggung dunia semakin terbuka lebar. Nyatanya, tidak!
Erick Thohir dengan tegas mengatakan bahwa tak ada satu pun pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang minta bayaran.
Ia pun memastikan, bahwa semua pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia mau membela Garuda bukan karena uang.
Dikatakan Erick Thohir, dirinya akan dengan tegas akan menolak pemain yang mau membala Merah Putih hanya demi uang semata.
Diakui, Timnas Indonesia di era Ketua Umum PSSI Erick memang gencar-gencarnya melakukan naturalisasi pemain.
Hal itu dilakukan sebagai wujud untuk mendongkrak prestasi Timnas Indonesia.
Di era kepelatihan Shin Tae-yong dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, tercatat sudah ada belasan pemain naturalisasi yang diproyeksikan untuk memperkuat timnas Indonesia. Bahkan, di era kepelatihan Patrick Kluivert, hampir 80 persen pemain Timnas dihuni pemain diaspora melalui program naturalisasi.
Adapun pemain-pemain diaspora naturalisasi yang ada di skuad Timnas Indonesia era Patrick Kluivert saat ini mulai Marc Klok, Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, Justin Hubner, Jay Idzes, Nathan Tjoe-A-On, Ivar Jenner, Rafael Struick Thom Haye, Maarten Paes, Jay Idzes, Kevin Diks, Eliano Reijnders, Calvin Verdonk, Ragnar Oratmangoen, Dean James, Joey Pelupessy, Ole Romeny, Miliano Jonathan, Mauro Zijlstra, Mees Hilgers, hingga Emil Audero.
Banyak Pihak Penasaran
Ditambahkan, banyaknya pemain naturalisasi yang dimiliki Timnas Indonesia, membuat banyak pihak penasaran berapa biaya yang harus dikeluarkan PSSI untuk para pemain tersebut?
Bahkan sempat ada isu yang menyebutkan bahwa pemain-pemain tersebut meminta sejumlah dana ke PSSI agar mau membela Timnas Indonesia.
Kini, hal tersebut langsung ditanggapi langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir dengan tegas mengatakan bahwa tak ada satu pun pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang minta bayaran.
Ia pun memastikan, bahwa semua pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia mau membela Garuda bukan karena uang. Justru, karena kecintaan mereka dengan Tanah Air membuat Sandy Walsh dkk mau membela Merah Putih.
Lebih lanjut, Erick Thohir pun juga mengatakan bahwa dirinya akan langsung menolak pemain naturalisasi yang mata duitan.
"Kalau ada pemain Indonesia di luar negeri dan punya (darah) Merah-Putih, ia ingin bermain ya kita harus welcome," kata Erick, dalam acara ROSI, dikutip dari YouTube KompasTV, Jumat (17/5/2024).
PSSI telah berulang kali menyatakan tidak mengeluarkan biaya transfer untuk merekrut pemain naturalisasi, seperti yang dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Sekjen PSSI Yunus Nusi. Pemain naturalisasi bergabung dengan timnas karena komitmen mereka, bukan karena ada biaya transfer yang dibayarkan kepada klub mereka di luar negeri.
APBN untuk Timnas Rp 277 Miliar
Selain itu, Pemerintah mengalokasikan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk program pengembangan sepakbola Indonesia. Hal ini sebagai upaya untuk membawa Timnas Garuda maju di Piala Dunia 2026.
Dikutip dari akun resmi Instagram @ditjenpajakri, alokasi APBN untuk Timnas sebesar Rp 277 miliar. Dana itu digunakan untuk persiapan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia 2026, pelatihan Timnas dari berbagai kelompok, dan program kerja asosiasi sepakbola.
"Pajak yang kita bayarkan turut berperan dalam mendukung Garuda Mendunia," tulis unggahan tersebut, dikutip, Kamis (5/6/2025).
Anggaran untuk Timnas sebesar Rp 277 miliar itu disebut 73 persen dari pajak. Hal ini disebut sebagai bukti nyata pemerintah mendukung sepakbola.
Biaya naturalisasi pemain timnas asal Belanda, baik untuk pemain keturunan maupun bukan, ditanggung oleh negara dan PSSI tidak membayar biaya transfer untuk pemain naturalisasi. Biaya yang mungkin dikeluarkan adalah biaya administrasi seperti pembayaran negara bukan pajak (PNBP) untuk naturalisasi, yang berkisar dari Rp5.000.000 hingga Rp50.000.000 tergantung statusnya, tetapi dalam kasus pemain naturalisasi yang berjasa untuk negara, biayanya menjadi Rp2.500.000
Pemain naturalisasi tidak dibayar oleh PSSI untuk bermain di Timnas Indonesia, karena mereka justru yang menawarkan diri untuk memperkuat Timnas. Biaya naturalisasi yang dikeluarkan oleh pemain Timnas asal Belanda dapat bervariasi, tetapi tidak termasuk biaya transfer. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham