Pekan Budaya Jayandaru Festival Menuai Kritik, Tidak Gratis dan Banyak Pelaku Budaya tak Diikutkan

author Handoko Koresponden Sidoarjo

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Pekan budaya Jayandaru Festival 2025 yang gagas Ketua DPRD berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo ternyata banyak menuai kritikan dari berbagai pihak, baik yang datang dari partisipan giat pekan budaya maupun para pegiat budaya asli Sidoarjo.

Hal ini terungkap saat pelaksanaan acara talkshow bertajuk "Merajut Warisan Budaya untuk Memajukan Kebudayaan." Para pelaku budaya hadir untuk menyaksikan kegiatan yang bertempat di area parkir Museum Empu Tantular, Rabu (26/11).

Gelar budaya lokal wisdom Sidoarjo yang dilaksanakan sepekan ini menurut para budayawan ini hanya seremonial saja tidak sungguh sungguh mengapresiasi perjuangan para pelaku budaya dan seniman asli Sidoarjo, "Katanya Local Wisdom, tapi nyatanya kami sebagai pelaku budaya asli Sidoarjo tidak pernah diakomodir dalam giat budaya ini" tandas Gus Bento dari pengurus komunitas Masyarakat Adat Nusantara (Matra) di Sidoarjo.

Ia menyikapi Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Sidoarjo sebagai pelaksana giat budaya ini tebang pilih, salah satunya mengajak satu nama pelaku budaya sebagai mitra abadinya. Ironisnya partner tersebut kolaborasi dengan pelaku komunitas budaya dari Surabaya. Bukan berpartner dengn komunitas – komunitas budaya dari Sidoarjo.

Kritikan pedas dan tajam seputar pekan budaya Jayandaru Festival Sidoarjo, ini menggelinding bak bola liar, sampai dugaan kuat valid adanya pungutan liar (pungli) dari segelintir panitianya.
Ada bukti transaksi elektronik transfer uang senilai ratusan ribu untuk sebuah tarif tenda jualan UMKM selama sepekan.

Padahal ada pula pernyataan seolah meyakinkan, satu dari sejumlah koordinator pelaksana operasional lapangan, yakni abdi dalem Joko Dolog bernama Khoirul Ana, tidak ada pungutan biaya serupiah pun alias gratis atau alias cuma – cuma bagi pelaku UMKM yang mengisi sekitar 15 tenda tenant di sekitar panggung utama acara.

“Acara gini ini kan gratis, pak. Stand – stand (UMKM) kayak gini ini kan gratis pak. Nggak bayar sama sekali karena digelar oleh Pemkab Sidoarjo." Ujarnya.

Sorot mata tajam juga mengalir dari Ketua Persatuan Budayawan Jagad Suwung Nusantara (PBJSN) Sidoarjo, ia menuding Dinas terkait sepertinya hanya cinta dan sayang dengan satu komunitas budaya semata, dan itu pun dinilai kurang jelas status legalitasnya.
"Kalau saya cermati itu hanya kumpulan orang budaya, bukan sebuah komunitas. Kumpulan budaya itu sangat dekat dengan Kabid. Proyek – proyek budaya di Sidoarjo selalu ada pimpinan kumpulan itu,” ungkap Deki Dento, Ketua PBJSN Sidoarjo.

Sementara itu Ketua DPRD Sidoarjo, H. Abdillah Nasih dalam kesempatan cukup kaget mendengar bahwa pelaksana acara Jayandaru Java Fest ini, tidak kolaboratif melibatkan banyak pelaku/ pegiat dan komunitas budaya dari Sidoarjo.
“Kalau teknis saya serahkan sepenuhnya kepada Diknas (Dispendikbud) ya. Karena mungkin nggak bisa secara keseluruhan (jumlahnya puluhan hingga ratusan) terakomodir atau tercover semuanya ya. Tetapi minimal (acara ini) mulai memberikan perhatian yang lebih kepada seniman – seniman dan budayawan – budayawan yng ada di Sidoarjo ini agar merasa ikut diperhatikan,” tutur cak Nasik sapaan akrab Ketua DPRD Sidoarjo ini. Hdk/Hik

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…