SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Menindaklanjuti kerjasama Badan Gizi Nasional (BGN) dan BPJS Ketenagakerjaan pusat, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Mojokerto bergerak cepat untuk memberikan perlindungan kepada staf serta tenaga pelaksana yang terlibat dalam operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah ini diawali dengan sosialisasi program manfaat jaminan sosial kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten dan Kota Mojokerto, di Ruang Rapat Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, Selasa (11/11).
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Mojokerto, Imam Haryono Safii menekankan pentingnya sinergi antara perlindungan jaminan sosial dan program pemenuhan gizi nasional.
“Tentu kami sangat serius mendukung program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Caranya adalah dengan memberikan perlindungan bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam program ini,” jelasnya.
Imam juga menegaskan pentingnya perlindungan sosial bagi tenaga kerja di dapur MBG karena pekerjaan tersebut memiliki risiko yang cukup tinggi.
“Ini sangat penting untuk memberikan perlindungan sosial bagi para pekerja di dapur MBG, dan setiap pekerjaan tentu ada risikonya seperti di dapur MBG ini. Oleh karena itu perlindungan bagi pekerja ini sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, melalui program BPJS Ketenagakerjaan, para pekerja akan memperoleh perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, kematian, serta jaminan hari tua.
"Sudah diatur komponen iurannya. Setiap pemilik dapur ada iuran BPJS Ketenagakerjaan, sehingga nanti para pekerja akan mendapatkan perlindungan,” cetusnya.
Sosialisasi ini menjadi momen penting bagi BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan kepada tenaga pelaksana yang terlibat dalam operasional MBG.
"Harapan kita tentunya setelah acara ini, seluruh kepala SPPG se Mojokerto Raya segera mendaftarkan staf serta tenaga pelaksananya," pungkasnya. dwi
Editor : Redaksi