SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif besar asal China, Xiaomi baru saja menorehkan tren positif. Pasalnya, produksi kumulatif mobil listriknya telah menembus 500.000 unit sejak pengiriman perdana pada 3 April 2024.
Padahal Xiaomi secara resmi mengumumkan langkahnya masuk ke industri otomotif pada 30 Maret 2021, menjadikannya salah satu pendatang baru di antara pabrikan kendaraan listrik generasi terbaru. Disamping itu, komitmennya yang ramah lingkungan menjadikannya mobil listrik terlaris, Rabu (03/12/2025).
Diketahui, untuk pengiriman Xiaomi EV pada November kembali melampaui 40.000 unit, sekaligus melewati target tahunan 350.000 unit yang ditetapkan pada awal 2025. Dengan pencapaian tersebut, Xiaomi merayakan unit ke-500.000 pada 20 November dan menyebutkan bahwa total pengiriman sepanjang tahun ini diperkirakan akan melampaui 400.000 unit.
Diketahui, pada 2024, Xiaomi meluncurkan model pertamanya, sedan listrik SU7, pada 28 Maret, yang diposisikan sebagai penantang Tesla Model 3. Menyusul kemudian SU7 Ultra, sedan listrik berperforma tinggi yang diperkenalkan pada 27 Februari.
Sementara itu, pada lini produknya semakin lengkap ketika pada 26 Juni Xiaomi memperkenalkan SUV YU7, rival Tesla Model Y, yang langsung mendapat respons tinggi dan mencatat waktu inden yang cukup panjang.
Kini, perusahaan yang awalnya menargetkan pengiriman 300.000 kendaraan pada 2025, sebelum akhirnya merevisi target menjadi 350.000 unit pada bulan Maret. Dorongan peningkatan ini tidak lepas dari perluasan kapasitas pabrik serta efisiensi produksi yang semakin baik, sehingga menjadi kendaraan listrik paling banyak diburu konsumen. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu