SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Sekitar pukul 21.0O warga Dusun Semanding Desa Bangle Kec.Kanigoro Kabupaten Blitar berusaha memadamkan kobaran api dari Tungku Oven Pengering Tusuk Sate, setelah warga mengetahui kobaran dari gudang pembuatan tusuk sate milik Heru Budiono 39 warga setempat, setelah kedatangan Mobil Damkar Pemkab Blitar baru bisa di padamkan sekitar tiga jam.
Peristiwa terbakarnya Oven Tusuk Sate yang membakar tusuk sate seberat 3 Ton itu menurut keterangan saksi saksi baik masarakat maupun warga RT.03/RW.09 Desa Bangle, menyampaikan, pada Jumat (19 Desember 2025) Heru Budiono (pemilik rumah) dngan 4 karyawanya sedang beraktifitas membuat tusuk sate dengan cara di Oven dan hal itu di lakukan sampai pukul 16.00, usainya meng Oven Tusuk kondisi Oven, api di matika, karena oven bakar tusuk sate dngan cara manual gunakan kayu bakar, dan dintinggal karyawan nya dan pemilik oven untuk pulang kerumahnya.
" Sekitar pukul 20.30 saksi Ibu Nika Marini yang serunah dngn korban mendengar adaa suara dan bau ada benda terbakar, selanjutnya Ibu Nila dan Pak Heru mencari suara tersebut, ternyata di lihat dalam gudang Oven sudah terbakar, guna mencegah kobaran api masarakat berusaha memadamkan aku dng akat apa adanya, sedang pemilik menghubungi pihak Damkar Kabupaten." Kata Sumargo 56 warga setempat.
Dengan cepat dan trengginas pihak Damkar Kabupaten Blitar yang mengerahkan dua mobil pemadam, sekitar tiga jam api bisa di kendalikan dan padam termasuk sisa sisa bara api tak ada yang menyala, untuk korban jiwa tidak ada, namun kerugian capai puluhan juta rupiah.
"Untuk tusuk sate yang di bakar secara Oven dng menggunakan kayu di perkirakan dengan berat 3 Ton tusuk sate, untuk kerugian Mas Heri Budiarno, menurut keteranganya sekitar Rp.35 juta, kini sejak semalam sudah di lakukan pemeriksaan pihak Polsek Kanigoro, Allhamdulillah tidak ada korban." Pungkas Sumargo tadi pagi pada Surabaya Pagi .Les
Editor : Redaksi