Viral! Sejumlah Kuda di Wisata Bromo Disulap Bak Unicorn Warna-warni, Kena Cibiran Netizen!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Penampakan sejumlah kuda wisata yang surainya dicat warna-warni hingga menyerupai unicorn di kawasan wisata Gunung Bromo. SP/ MLG
Penampakan sejumlah kuda wisata yang surainya dicat warna-warni hingga menyerupai unicorn di kawasan wisata Gunung Bromo. SP/ MLG

i

SURABAYAPAGI.com, Malang - Media sosial (Medsos) kembali viral usai salah satu netizen mencibir penampilan sejumlah kuda di kawasan wisata Gunung Bromo Yang surainya dicat warna-warni hingga menyerupai unicorn. Pasalnya, Tren mewarnai hewan peliharaan memang seringkali memicu perdebatan mengenai batas antara kreativitas dan eksploitasi hewan.

Aksi tersebut menuai pro dan kontra. Sebagian netizen menilai pewarnaan surai kuda sebagai bentuk kreativitas untuk menarik wisatawan, namun tak sedikit pula yang menyayangkan karena dianggap mengabaikan sisi alami dan kesejahteraan hewan.

Di kawasan wisata Bromo, kuda merupakan salah satu transportasi utama sekaligus daya tarik ikonik. Namun, perubahan penampilan yang drastis ini dianggap oleh sebagian besar publik sebagai tindakan yang berlebihan dan tidak memperhatikan aspek alami dari hewan itu sendiri.

Fenomena beberapa kuda putih memiliki surai yang diwarnai sedemikian rupa. Mulai dari merah muda, ungu, hingga pelangi. Sehingga menyerupai karakter fantasi unicorn atau tokoh kartun My Little Pony untuk menarik minat wisatawan agar mau menyewa jasa mereka atau sekadar berfoto bersama. 

Tentu saja, penampakan unik dari kuda dengan surai dicat warna warni itupun memancing reaksi netizen. Banyak yang menyayangkan tindakan mewarnai rambut hewan tersebut dengan alasan estetika semata. "Selera lokal emang warna² menurut mereka itu menarik," tulis salah satu netizen, Senin (19/01/2026).

Namun di sisi lain, ada sejumlah netizen yang menyadari bahwa hal ini adalah bagian dari inovasi kreatif bagi para mata pencaharian warga lokal untuk menarik wisatawan, meski tetap merasa sedih melihat caranya. ml-02/dsy

Berita Terbaru

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Kali Ditutup, Tambak Warga Terancam: Petambak Mengare Minta JIIPE Jangan Korbankan Wong Cilik

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

Senin, 02 Nov 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Pengembangan kawasan industri semestinya membawa manfaat bagi masyarakat. Namun, ketika pembangunan justru membuat saluran air m…

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

MilkLife Strikers Tembus Final Singa Cup 2026, Tantang Wakil Malaysia

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Strikers memastikan tiket ke final Singa Cup 2026 setelah finis sebagai pemuncak klasemen Grup A. Meski menelan kekalahan 0…

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Dapat Anggaran Rp50,8 M, Pengelolaan Sampah di Dinas Lingkungan Hidup Tidak Optimal

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 18:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Komisi D DPRD Jawa Timur menilai rancangan anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim tahun 2027 belum sesuai dengan kondisi…

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

BeautyFest Asia Surabaya 2026 Perluas Pengalaman Kecantikan lewat Workshop, Wellness dan Lifestyle

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:46 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia Surabaya 2026 by Popbela.com sukses digelar selama tiga hari, pada 30 Oktober–1 November 2026, di Convention Hall, T…

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Sah!! Ning Ita Resmi Jabat Ketua DPC Gerindra Kota Mojokerto

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

Senin, 02 Nov 2026 17:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota…

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Luas Tanam Naik 2.000 Hektare, Produksi Tembakau di Ngawi Tembus 3.420 Ton

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

Senin, 02 Nov 2026 15:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Kondisi kemarau panjang mendorong sejumlah petani memanfaatkan lahan  pertanian mereka untuk membudidayakan tembakau. Sehingga, Dinas …