Sejak Awal 2026, Bulog Ponorogo Komitmen Genjot Serapan Gabah - Jagung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Masa panen padi di Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG
Ilustrasi. Masa panen padi di Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka mendongkrak produksi pangan daerah, Perum Bulog Cabang Ponorogo mulai mengintensifkan program serapan pangan sejak awal tahun 2026. Dan pihaknya juga tetap mengacu pada kebijakan harga yang ditetapkan pemerintah pusat.

Pimpinan Cabang Bulog Ponorogo Budiwan Susanto mengungkap, langkah ini dilakukan seiring dengan target nasional penyerapan 4 juta ton setara beras dan 1 juta ton jagung yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Kami sudah mendapatkan target dari pusat dan langsung melakukan penyerapan sejak awal tahun, terutama di tingkat petani. Ini sebagai bentuk dukungan terhadap target nasional," ujar Budiwan, Selasa (27/01/2026).

Diketahui, untuk wilayah kerja Bulog Ponorogo, target yang dibebankan pada 2026 mencapai 79.264 ton setara beras serta 9.055 ton jagung. Penyerapan tersebut dilakukan langsung di tingkat petani sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Dan hingga 24 Januari 2026, Bulog Ponorogo telah menyerap 1.486 ton gabah kering panen (GKP) serta 819 ton jagung dari petani di wilayah Ponorogo dan sekitarnya. Selain itu, Bulog Ponorogo terbuka bagi petani maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) yang ingin menjual gabah atau beras hasil panen.

"Kebijakan harga ini bukan hanya untuk menjaga cadangan beras nasional, tetapi juga memastikan harga gabah di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan. Silakan hubungi kami. Kalau perlu, kami yang datang ke lokasi petani. Atau petani juga bisa langsung ke Bulog. Intinya, kami siap menerima hasil panen," jelasnya.

Selain padi, Bulog Ponorogo juga aktif menyerap jagung pipil kering. Dalam pelaksanaannya, Bulog bersinergi dengan Polres Ponorogo untuk menjangkau petani binaan di berbagai wilayah. Sehingga, strategi penguatan ketahanan pangan nasional, menjaga stok pemerintah, sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal dan harga tetap stabil. 

Harga jagung ditetapkan sesuai Keputusan Kepala Bapanas Nomor 216 Tahun 2025, yakni Rp 5.500/kg untuk kadar air 18-20 persen dengan aflatoksin maksimal 50 ppb, serta Rp 6.400/kg untuk kadar air 14 persen dengan aflatoksin maksimal 50 ppb. 

"Kami tidak membatasi serapan dari petani. Selama sesuai standar, akan kami serap terus untuk mendukung program pemerintah," pungkas Budiwan. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Jamin Mamin Halal untuk Konsumen, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM secara Bertahap

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:03 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat ekosistem produk halal dengan menggelar fasilitasi sertifikasi halal massal bagi p…

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Kenyamanan Warga Jadi Prioritas, Dishub Kota Mojokerto Perkuat Pengawasan Parkir

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kenyamanan warga menjadi prioritas utama dalam pengelolaan parkir di Kota Mojokerto. Untuk itu, Pemerintah Kota Mojokerto melalui …

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda   ‎

Pencabutan SIP Kios Pasar Pasar Digugat, Para Pedagang Sebut Prosedur Tidak Sesuai Perda  ‎

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 16:02 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Gugatan puluhan pedagang pasar tradisional Kota Madiun terhadap pemerintah Kota Madiun menguak dugaan cacat prosedural dalam p…

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 Diikuti 1.111 Pelari, Angkat Heritage Industri dan Gaya Hidup Sehat

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Gresik sukses menggelar Semen Gresik Grissee Running Festival 2026 yang diikuti sebanyak 1.111 peserta di kawasan Wisma J…

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Penjual Tempe di Pacitan Disiram Air Keras Oleh OTK, Begini Kronologinya!

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 15:49 WIB

SURABAYA PAGI, Pacitan- Aksi brutal dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap seorang pedagang tempe di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Korban yang…