Berpotensi Banjir-Longsor, Pemkab Jember Gercep Tertibkan Perumahan di Bantaran Sungai

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Jember bersama Satgas meninjau perumahan yang berada di bantaran sungai. SP/ JBR
Bupati Jember bersama Satgas meninjau perumahan yang berada di bantaran sungai. SP/ JBR

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai bentuk antisipasi kawasan yang rawan berpotensi banjir hingga longsor, kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bergerak cepat menertibkan belasan kawasan perumahan warga yang dibangun di bantaran sungai, mengingat intensitas hujan yang juga tinggi.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari evaluasi kinerja Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang Kabupaten Jember selama sepekan terakhir, sekaligus bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengentaskan persoalan banjir yang kerap melanda wilayah permukiman.

"Setelah menerima hasil kinerja selama satu minggu ini dari Satgas Infrastruktur dan Tata Ruang, saya diajak turun ke lapangan," kata Bupati Jember Muhammad Fawait, saat meninjau langsung ke bantaran sungai yang berada di kawasan Perumahan Bernady Land dan Perumahan Bumi Este Muktisari, Senin (09/02/2026).

Lebih lanjut, Gus Fawait mengungkapkan jika pihaknya telah menerima laporan terkait perumahan di bantaran sungai. Sehingga, pihaknya bersama Satgas mengajak Bupati turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi faktual dua kawasan perumahan yang ternyata berdiri di atas bantaran sungai.

"Berdasarkan pemaparan Satgas, bantaran sungai seharusnya memiliki jarak minimal 9 meter dari bibir sungai. Namun fakta di lapangan menunjukkan area tersebut justru digunakan untuk pembangunan rumah dan bangunan permanen," katanya.

Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir yang hampir setiap tahun melanda kawasan perumahan, terutama saat debit air sungai meningkat di musim hujan. Menurutnya permasalahan itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan dan ketenangan hidup masyarakat.

Sehingga, Pemkab Jember, langsung menempuh langkah musyawarah dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Dalam proses musyawarah tersebut, Pemkab Jember juga membuka kemungkinan adanya solusi jangka panjang, termasuk relokasi warga apabila memang diperlukan demi keselamatan bersama.

Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 13 hingga 17 titik perumahan lain di Kabupaten Jember yang diduga dibangun di bantaran sungai, baik yang sudah terdampak banjir maupun yang berpotensi terdampak di masa mendatang. jr-02/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…