Jalankan Proyek VDRRSL, Lumajang Mulai Mitigasi Bencana Berkelanjutan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) komitmen membangun sistem perlindungan wilayah yang tangguh terhadap ancaman bencana Gunung Semeru. SP/ LMJ
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) komitmen membangun sistem perlindungan wilayah yang tangguh terhadap ancaman bencana Gunung Semeru. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dalam rangka membangun sistem perlindungan wilayah yang tangguh terhadap ancaman bencana Gunung Semeru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang menegaskan komitmennya dengan menggelar sosialisasi pelaksanaan Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) Project Package S2 dan S4.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi penguatan tata kelola mitigasi bencana yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Pasalnya, Proyek VDRRSL dirancang untuk merespons karakteristik risiko Gunung Semeru yang bersifat berulang, progresif, dan berdampak lintas wilayah, khususnya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bondoyudo–Bedadung sebagai investasi keselamatan jangka panjang, bukan sekadar proyek fisik.

“Setiap infrastruktur pengendali bencana yang dibangun hari ini adalah upaya melindungi nyawa, sumber penghidupan, dan masa depan masyarakat Lumajang. Karena itu, proyek ini harus dilaksanakan dengan perencanaan matang, koordinasi yang kuat, dan dukungan semua pihak,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Lumajang, Agus Triyono, Senin (09/02/2026).

Diketahui, Package S2 yang berlokasi di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, difokuskan pada penguatan mitigasi di wilayah hulu DAS Bondoyudo–Bedadung yang menjadi jalur utama aliran lahar Semeru. 

Kegiatan ini meliputi pembangunan dua unit bangunan pengendali sedimen (check dam/sabodam), revetmen beton sepanjang sekitar 900 meter, serta jalan akses dan pelintas sepanjang sekitar 500 meter yang khusus dirancang untuk mereduksi daya rusak material lahar sebelum mencapai kawasan permukiman dan lahan produktif di wilayah hilir.

“Mitigasi bencana harus berjalan seiring dengan pengelolaan sosial. Koordinasi lintas sektor mutlak diperlukan agar pembangunan tetap tertib, aman, dan tidak menimbulkan konflik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Agus Triyono menekankan bahwa keberhasilan Proyek VDRRSL tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi dari sejauh mana proyek ini mampu menurunkan risiko bencana, memperkuat kesiapsiagaan wilayah, serta membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya mitigasi yang terencana dan berkelanjutan. lj-02/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…