SURABAYAPAGI.com, Magetan - Selama momentum masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan melakukan sosialisasi mitigasi bencana dan mengajak para siswa untuk sadar bencana sejak dini. Pasalnya, MPLS menjadi momentum yang tepat untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
Kalaksa BPBD Magetan Eka Radityo mengungkap terdapat sejumlah sekolah di Kabupaten Magetan yang menjadi sasaran edukasi dan sosialisasi tanggap bencana. Di antaranya MI Nahdlatul Ulama Barat, SMAN 1 Magetan, SMAN 2 Magetan, SMAN 3 Magetan, SMKN Poncol, SMPN 1 Kawedanan, dan SMK Panca Bhakti Magetan.
"BPBD memberikan edukasi kepada para peserta didik baru mengenai pentingnya memahami potensi bencana di lingkungan sekitar, langkah-langkah kesiapsiagaan, cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana, serta menumbuhkan budaya sadar dan tangguh bencana sejak usia dini. Total jumlahnya mencapai 1.716 siswa yang terlibat dalam sosialisasi mitigasi bencana tersebut," ujarnya, Kamis (16/07/2026).
Selain itu, BPBD Magetan juga mengajak seluruh peserta mengikuti simulasi penanganan bencana gempa bumi dan kebakaran ringan secara langsung. Dalam simulasi tersebut, siswa dilatih untuk mengenali tanda bahaya, melakukan perlindungan diri dengan benar, mengikuti jalur evakuasi, serta berkumpul di titik aman sesuai prosedur yang telah ditentukan.
Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan para pelajar mampu menjadi agen perubahan yang dapat menyebarkan semangat kesiapsiagaan kepada keluarga maupun masyarakat di sekitarnya. "Melalui kegiatan serupa, mari bersama membangun sekolah yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap bencana demi mewujudkan generasi yang siap, sigap, dan tangguh menghadapi berbagai potensi bencana," katanya. mg-01/dsy
Editor : Redaksi