Warga Keluhkan Akses Utama Permukiman Penuh Bedak Sampah

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat mengecek kondisi lokasi di Gunung Harapan, Surabaya, yang terdapat gubuk sampah, Senin (23/2). 
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat mengecek kondisi lokasi di Gunung Harapan, Surabaya, yang terdapat gubuk sampah, Senin (23/2). 

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar Harapan, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, mengeluhkan kondisi akses utama permukiman mereka kumuh. 

Dimana jalan akses utama menuju Perumahan Gunung Anyar Harapan RW 05 itu terdapat semacam bedak dengan peneduh seadanya. Warga menyebut bahwa gubuk itu kadang juga dihuni oleh sejumlah barang-barang bekas dan rongsokan ada di gubuk tersebut. Bahkan ada gubuk lengkap dengan kasur dan bantal. 

Selain terdapat gubuk sampah, yang makin kumuh karena tepi jalan dijadikan menaruh rongsok. Sampah-sampah jenis plastik itu juga dijemur begitu saja di tepi jalan. Kondisi jorok itu mengusik kenyamanan warga. Estetika permukiman juga terganggu. 

"Kasihan warga di Gunung Anyar Harapan. Ini akses utama mereka jadi kumuh. Apalagi ini mau Lebaran," ungkap Laila Mufidah kepada awak media ditengah-tengah melakukan sidak Senin (23/2).

Pimpinan DPRD yang mengecek lokasi, melihat sendiri situasi di masyarakat. Akses menuju hunian Gunung Anyar Harapan jadi terganggu. Ia mendesak agar dicarikan solusi bersama atas kondisi tersebut. Baik pengembang atau Pemkot Surabaya harus menuntaskan problematika di hunian itu.

Akses utama menuju permukiman warga di Perumahan Gunung Anyar Harapan saat ini tengah terganggu dengan keberadaan sampah. Selain perumahan ini ada juga perkampungan di wilayah Gunung Anyar tersebut.

Di jalan utama itu sudah lama terdapat Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Lokasi TPS ini tidak jauh dari permukiman dan perumahan. 

TPS ini berplakat TPS Rungkut Menanggal lengkap dengan logo Pemkot Surabaya dengan disertai tulisan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. Namun warga menyebut bahwa pengelolaan dan operasional TPS itu bukan di bawah Pemkot Surabaya.

"Yang saya tahu, TPS itu tidak di bawah Pemkot. Pihak ketiga. Tapi bagi warga mau di bawah pengelolaan siapa pun, keberadaan sampah jangan menggangu kenyamanan warga" kata Ketua RT 04/RW 05 Gunung Anyar Harapan Nendra Yuniar Putra.

Saat ini keberadaannya menggangu kenyamanan warga. Terutama banyaknya sampah pilihan plastik yang menumpuk di tepi-tepi jalan. Bahkan ada juga titik penumpukan sampah. 

Aktivitas pengangkutan sampah juga didesak untuk makin dipercepat. Sebab kesehariannya, sampah dari TPS itu baru tuntas diangkut pukul 09.00. Sementara banyak warga, berangkat sekolah dan kerja melalui akses tersebut.

Nendra mewakili warganya meminta agar Pemkot Surabaya turun tangan dalam menciptakan lingkungan warga yang nyaman. Pengembang juga harus paham.

"Terutama tepi jalan jangan ada aktivitas jemur atau tumpuk sampah plastik. Apalagi kata Bu Laila (Laila Mufidah), warga juga mau Lebaran. Pemkot diharapkan membantu warga dengan berharap Saptol PP," kata Nendra.

Laila Mufidah yang mendengar langsung keluhan warga di lokasi akan berusaha berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya dengan dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Yang paling mendesak adalah warga tetap nyaman menyambut Lebaran agar tidak ada sampah dan rongsok bertebaran di tepian akses utama warga. Begitu juga truk harus rutin mengangkut sampah lebih cepat.

Begitu juga keberadaan puluhan gerobak sampah di areal TPS Rungkut Menanggal juga sangat menganggu kenyamanan permukiman. Sebab ada yang digeletakkan begitu saja di tepi-tepi jalan utama menuju permukiman.

"Mari kita semua mencari solusi bersama. Jika memang itu wewenang pengembang jangan tutup mata. Kalau itu wewenang Pemkot menertibkan, ya harus dilakukan. Masak seperti kampung kumuh saat warga mau Lebaran," kata Laila. Alq

Berita Terbaru

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Tabir Misteri Bangunan ‘Mewah’ di Lapas Cibinong, Mulai Terungkap

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tabir misteri di balik berdirinya deretan bangunan ‘mewah’ di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Ja…

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Pabrikan Mobil asal Jepang di RI, Belum Sepenuhnya Gunakan Robot

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:35 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pabrikan mobil asal Jepang belum sepenuhnya menggantikan manusia dengan robot untuk merakit kendaraan. Wakil Presiden Direktur PT Toyota…

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Siap Diaudit Forensik

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:33 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) siap mendukung rencana audit forensik tata kelola Keuangan Haji. BPKH juga akan menyediakan data dan…

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Honda Luncurkan Skuter Matic di China

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Honda meluncurkan skuter matic edisi khusus yang bisa bikin penggemar Gundam ngiler. Honda NS125FX Freedom Gundam Limited Edition resmi…

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Sejumlah Penjual di TikTok Shop, Ngadu ke DPR-RI

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Sejumlah penjual di TikTok Shop mengadukan persoalan saldo tidak dapat dicairkan hingga menjadi Rp 0 ke Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR…

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

BI, Batasi Pembelian Dolar AS

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

Kamis, 01 Okt 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank Indonesia (BI) menyampaikan alasan di balik kebijakan pembatasan pembelian dolar Amerika Serikat (AS). Penetapan batas transaksi…