Konsultan Senior Jantung Anak Merasa Keputusan Mutasinya Dilandasi 'abuse of power'
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah klaim Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, yang menyebut Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyesalkan mutasi dirinya dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke RSUP Fatmawati..
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara saat ditanya kemungkinan membatalkan pemecatan dr Piprim Basarah Yanuarso sebagai aparatur sipil negara (ASN). Menkes menyarankan agar pertanyaan tersebut diajukan langsung kepada pimpinan rumah sakit yang bersangkutan.
"Kalau yang tadi pertanyaannya, sudah ditanya ke bosnya saja, karena Dirut Fatmawati kan atasannya langsung yang sangat tahu. Lebih pas ditanya ke dia," jawab Menkes kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
dr Piprim sebelumnya dimutasi dari RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) ke RSUP Fatmawati. Konsultan senior jantung anak itu merasa keputusan mutasinya dilandasi 'abuse of power'. Menkes imbas perbedaan pandangan soal kolegium. Ia kemudian memilih menganggap mutasi tidak pernah ada, sehingga berujung pemecatan imbas ketidakhadiran di RSUP Fatmawati selama 28 hari berturut-turut.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belakangan menuntut pembatalan pemecatan dr Piprim, juga mutasi yang dilakukan pada tiga dokter lain yang juga pengurus IDAI. IDAI menilai tindakan mutasi dan pemberhentian tersebut mencederai prinsip profesionalisme kedokteran dan merupakan bentuk kesewenang-wenangan birokrasi terhadap pengurus organisasi.
Tak Ada Teguran dari Wamenkes
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menegaskan tidak ada teguran ataupun pernyataan Wamenkes Dante yang menyesalkan mutasi tersebut. Menurutnya, yang terjadi hanya sebatas pertanyaan klarifikasi.
"Bukan teguran ya, (tapi) pertanyaan dari Wamen. Pak Wamen menanyakan, 'Pak Dirjen, ini kenapa dimutasi?' Ya saya jelaskan pada beliau. Bukan teguran tapi pertanyaan," kata Azhar saat ditanyai, Rabu (25/2/2026).
Ia menilai wajar apabila pimpinan menanyakan alasan suatu kebijakan. Namun, ia membantah adanya dukungan atau pernyataan bahwa mutasi tersebut keliru.
"Dan saya rasa nggak ada tuh seperti yang disampaikan dr Piprim, bahwa istilahnya Wamenkes mendukung atau merasa ada yang salah. Tidak. Memang Wamen bertanya dan saya jelaskan," ujarnya.
Azhar juga menegaskan tidak ada pernyataan resmi dari Wakil Menteri Kesehatan yang menyebut mutasi itu disesalkan.
"Tidak ada statement beliau menyesalkan," tegasnya.
Sebelumnya, dr Piprim mengaku sempat ditelepon Wakil Menteri Kesehatan Prof Dante Saksono Harbuwono dari Jenewa dan disebut menyampaikan bahwa mutasi tersebut seharusnya tidak terjadi. Ia juga menyebut Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus memiliki pandangan serupa saat berkunjung ke IDAI.
Namun Kemenkes memastikan komunikasi yang terjadi hanya berupa permintaan penjelasan internal, bukan bentuk keberatan ataupun pembatalan kebijakan mutasi. n ec/dc/rmc
Editor : Moch Ilham