SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sepanjang 2025, pengiriman kendaraan buatan dalam negeri ke pasar internasional justru menorehkan capaian tertinggi, tentu saja kinerja ekspor kendaraan Indonesia mencapai level tertinggi. Hal itu juga menandai ketahanan sekaligus daya saing industri otomotif nasional.
Tentu saja, performa ekspor tersebut patut disyukuri. Pasalnya, sepanjang tahun lalu, Indonesia berhasil menyalurkan 518.212 unit kendaraan ke 93 negara tujuan, sebuah rekor baru bagi industri otomotif Tanah Air. Dari jumlah tersebut, kendaraan komersial turut memberikan kontribusi signifikan sebanyak 20.326 unit. Angka ini mempertegas peran Indonesia sebagai salah satu basis produksi penting di kawasan.
Lebih lanjut, capaian tersebut menjadi sinyal kuat bahwa kendaraan produksi dalam negeri semakin diterima di pasar global. Kombinasi kualitas, efisiensi, dan teknologi yang ditawarkan dinilai mampu bersaing dengan produk dari negara lain, Kamis (26/02/2026).
Saat ini, kapasitas produksi kendaraan bermotor nasional mencapai sekitar 2,59 juta unit per tahun. Dengan kapasitas sebesar itu, industri otomotif Indonesia dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan volume produksi, baik guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Optimisme tersebut tidak hanya berlaku dalam jangka pendek. Gaikindo meyakini, dengan fondasi produksi yang kuat, pemanfaatan kapasitas industri otomotif nasional dapat terus dioptimalkan hingga memasuki dekade 2030.
Dengan dukungan kapasitas manufaktur yang besar dan permintaan yang terus dijaga, sektor otomotif diharapkan tetap berperan sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ditambah, saat ini momentum libur panjang Idul Fitri, dapat mendorong minat beli kendaraan, meski di sisi lain dapat mengurangi hari operasional pabrik dan berdampak pada volume produksi. jk-02/dsy
Editor : Redaksi